Sudah Dua Tahun

1804 Words

“Orang-orang akan terkejut jika mereka melihatmu seperti ini,” ucap Nadia lembut seraya menyisiri helaian rambut Julia. Mereka kini duduk bersila di lantai lorong kecil yang dingin itu, jauh dari keramaian, seolah dunia hanya menyisakan ruang sempit untuk mereka berdua. Nadia tersenyum tipis, senyum yang sarat dengan kenangan. Tangannya bergerak pelan, mengurai rambut Julia yang kusut karena perlakuan kasar tadi. Dalam benaknya, terlintas begitu jelas bayangan masa lalu—saat Julia kecil sering rewel, dan ia, dengan penuh kesabaran, selalu menyisiri rambutnya sambil bercerita agar Julia tertawa. Kenangan itu datang tiba-tiba, membuat hatinya hangat sekaligus perih. Julia yang semula kaku, mulai merasakan ketenangan. Ada sesuatu dalam kelembutan itu yang membuatnya luluh, meski hanya sedik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD