Nadia kembali meletakkan tasnya di atas meja ruang tamu setelah mendapat telepon dari Lily yang mengatakan bahwa pertemuan dengan Ronald ditunda. Perasaannya lega sekaligus heran—ada perasaan aneh di hatinya, tapi ia memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Ia menghembuskan nafas pelan, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa empuk dengan gerakan malas, menyandarkan punggung dan menatap langit-langit ruangan dengan tatapan kosong. “Jes.” Suara lembut dari belakang membuat Nadia segera menoleh. Ia cukup terkejut melihat kehadiran dua sahabat Jessica—Adenata dan Olivia—yang masuk tanpa suara. “Ya ampun, kalian berdua mengagetkanku saja,” katanya, meski senyum langsung menghiasi wajahnya. “Ayo, duduklah.” Tanpa menunggu lama, keduanya menghampiri. Olivia segera menyodorkan ponselnya

