Pembicaraan Di Ruang Keluarga

1662 Words

Saka melayangkan kecupan ringan di kepala seorang wanita paruh baya yang sedang asyik menatap layar ponselnya. “Apakah itu ciuman permintaan maaf karena telah membuat keluarga kita jadi sorotan banyak orang?” tanya Anna, mamanya, dengan nada menggoda. Tak ada kemarahan di sana, hanya gurauan hangat yang diselingi tawa kecil. Saka mengangkat bahu sambil tersenyum kecil. “Anggap saja begitu, Ma,” jawabnya, lalu menarik kursi di seberang Anna dan duduk di sana. “Kau selalu menghindari sorotan publik, enggan tampil di media, dan menjauh dari segala bentuk gosip. Tapi sekalinya muncul, langsung jadi pusat berita panas,” timpal Baskoro, sang papa, yang duduk di samping Anna. Raut wajahnya tenang, tak ada sedikitpun tanda amarah. Anna tersenyum, matanya masih menatap ponsel yang kini menampil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD