Aric menggenggam tangan gadisnya, duduk di kursi barisan depan penonton. Ini adalah turnamen tingkat Asia perdana di mana Aric akan ditonton secara langsung oleh pacarnya, Sashi. Dia begitu gembira, akhirnya keinginan untuk mengajak Sashi mengikuti aktifitasnya kesampaian juga. "Kasih semangat dong." Aric menggoda Sashi yang baru saja memotong poninya, membuat dia terlihat sangat imut dan manis. Sashi selalu tampil menggemaskan di matanya. Kalau tidak terpaksa, Aric akan berat meninggalkan Sashi sendiri di kursi penonton. "Semalam sudah." Sashi tertawa kecil, apa Aric lupa semalaman Aric menciumnya sampai bibir Sashi terasa menebal? Aric meletakkan kedua jari di bibir Sashi kemudian meletakkan di bibirnya sendiri. "Ciuman tidak langsung," Aric mengerling. Wajah Sashi memerah, dia mer

