Melihat Bram berada di depan pintunya membuat Meggie mengerutkan alisnya sebelum ia melepaskan rantai pengaman pada pintu. “Kejutan melihatmu berdiri di depan pintu rumahku Bram,” sapa Meggie. “Aku senang kau menganggapnya kejutan,” sahut Bram tertawa. Walaupun sebelumnya Meggie ingin bertemu dan berbicara pada pria itu, tetapi melihat Bram berdiri di depan pintunya dengan wajah puas dan tertawa gembira pada malam hari seperti ini justru membuatnya ingin memukul kepala pria itu. Tidak peduli dengan sikap Meggie yang terlihat enggan, Bram berjalan masuk ke dalam rumah dan berbuat seperti di rumahnya sendiri membuat Meggie ingin tertawa. Namun, kata-katanya tertahan di kerongkongan saat ia melihat mata Bram tertuju pada mantel kamarnya yang tidak mampu menutupi bagian da

