Kau lihat Bram

1213 Words

    Bangun pagi setelah tidur yang gelisah tidak membuat Meggie lesu. Ia tetap bersemangat bekerja. Baginya bekerja adalah obat yang paling mujarab. Dengan langkahnya yang tidak pernah ragu, ia melangkah masuk ke studianya dan senyumnya merekah ketika Meggie bertemu dengan pria-pria yang memiliki wajah tampan dan bertubuh kekar menggoda yang menunggunya di ruang tunggu. Meggie tahu hari ini ia sangat sibuk dan berharap Bram tidak meneleponya.     Kebertuntungan berpihak pada Meggie dan Martha yang sama-sama mencurahkan perhatiannya pada foto dan model yang begitu menarik. Pekerjaan mereka berjalan dengan lancar hingga menjelang sore dan semuanya selesai sesuai harapan mereka.     “Tinggal sisa besok. Berdoalah semoga semuanya sukses seperti hari ini,” kata Meggie pada Martha saat mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD