Bram memandang Meggie dengan pandangan getir sementara Aldrick sudah pergi dengan wajah pucat. “Meg, Bagaimana keadaanmu?” tanya Martha lagi setelah ia menyuruh sekuriti keluar. “Sepertinya Meggie bertemu dengan model yang terlalu bersemangat. Kau tahu arti penggemar fanatic bukan?” sahut Bram. “Sykurlah Tuan Bramsta datang tepat waktu. Aku yakin karena namanya, model itu tidak membuat kekacauan,” ujar Martha. “Ya. Karena reputasi pria itu juga akan mengakhiri kariernya dimasa depan,” jawab Bram dengan pandangan penuh arti. “Bagaimana kau bisa meluangkan waktu mampir kemari? Maksudku setelah kita bertengkar terakhir kali,” kata Meggie. Tatapan Bram menjadi dingin, “Aku mendapat telepon dari Alice Zuharno. Ia menyampaikan terima kasihnya padaku karena diberikan seorang fotographer yan

