Semua harus selesai

1271 Words

    Setelah malam yang melelahkan bagi Bram dan Meggie, mereka membuka matanya saat Matahari sudah bersinar. Meggie merentangkan kedua tangannya secara bebas tidak peduli dengan pandangan mata Bram yang kembali merasakan desakan di bawah perutnya.     “Selamat pagi?” kata Meggie menggeliat.     Bram dengan mata mengantuk memandang Meggie dengan penuh hasrat. “Selamat pagi,” katanya sembari menarik tubuh Meggie yang akan turun dari tempat tidur.     “Astaga, apa yang akan kau lakukan Bram? Ini sudah siang,” kata Meggie tertawa.     “Hem….”     Bram tidak perlu menjawab pertanyaan Meggie pada saat gairahnya sudah berada di puncaknya. Dengan lembut Bram menciumi sekujur tubuh Meggie tanpa memberikan kesempatan pada wanita itu untuk menolak. Gerakan tangan Bram begitu memabukkan Meggie hi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD