Saat ia memutuskan untuk menikah dengan Marcel, tentu Rere sudah tahu resiko apa yang akan dihadapi, setelah pernikahan itu terjadi. Yaitu, sebuah perpisahan. Walaupun demikian, ia tetap saja merasa berat untuk menjalaninya. Dari awal Rere berpikir, karena tidak ada cinta diantaranya dan Marcel, semua akan terasa lebih mudah. Tapi ternyata ia salah. Semua terasa begitu sangat berat. Jauh dari ekspektasinya selama ini. Apa lagi saat melihat Marcel dibawa kembali ke dalam sel tahanan. Rere sama sekali tidak ingin melepaskan pelukannya. Ia semakin menangis dan mengeratkan pelukannya pada pria yang kini sudah resmi menjadi suami sahnya. Setelah mendapatkan sedikit pengertian dari Marcel, barulah Rere mau melepaskan, dan kembali pulang bersama kedua orang tuanya. Dan tentu saja ia juga berj

