Jesi tidak bisa berhenti meneguk ludahnya. Melihat Adnan yang kini tengah berbaring di atas ranjang. Tiga kancing teratas pria itu tengah terbuka, sehingga memamerkan dadanya yang bidang. Semakin membuat Jesi tidak sabar untuk membelai dan menjadikan d**a tersebut tempat bersandar. Perlahan. Ia naik dan ikut bergabung bersama Adnan. Lalu membuka kancing sisa kancing yang masih melekat pada kemeja lengan panjang berwarna hitam tersebut. Mulut Jesi langsung menganga melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Kekar dan berotot. Ah, pantas saja Adara betah berlama-lama di dalam pelukan Adnan. Tidak puas hanya memandangi, Jesi perlahan melingkarkan tangannya pada perut Adnan. Menggapai bibir pria itu, yang kini sedikit terbuka. Dan … Dug. Jesi mengusap keningnya yang terasa nyeri, kare

