Terlalu bahagia, Adara melupakan tasnya yang kini masih berada di ruangan Adnan. Segera ia kembali ke sana untuk mengambil tas tersebut. Dengan meninggalkan Rere di lobby, agar gadis itu bisa beristirahat sejenak sambil menunggu kedatangannya. Di lobby, Rere duduk bersandar pada kursi yang biasa digunakan untuk tamu, yang ingin menanti konfirmasi sebelum diizinkan untuk masuk. "Hai, Rere …" goda Jesi. Dengan alunan suara yang begitu mendayu. Rere hanya mengangguk dan mengulas senyum. Sungguh sebuah kesialan bertemu dengan Jesi saat ini. Dalam kondisi yang masih begitu lemah. Bila diminta untuk memilih, Rere lebih memilih bertemu dengan ribuan kecoak daripada bertemu ular kadut seperti Jesi. "Aku dengar-dengar kamu lagi hamil? Selamat ya, atas kehamilan kamu. Oh, ya suami kamu sudah

