Sasa langsung cemberut, "Tidak mau mas, aku mau kita liburan bersama, please mas. mas tega kalau seandainya umurku tidak lama dan mas tidak memberikan apa yang aku mau?" “Kenapa berbicara seperti itu, mas tidak suka kamu harus sehat dan berumur panjang. oke? mas selalu ada untuk kamu." Aku menggenggam kedua tangan sasa dan menghujaninya dengan ciuman, tidak akan aku biarkan sasa Sedih. “Hey Sasa, apa ini handphonemu? dari tadi terus bergetar dan sepertinya ada panggilan masuk." Teman wanitanya Sasa datang menghampiri kami, dan dia menyerahkan handphone itu pada Sasa. “Handphone mas, tapi sebentar." Sasa langsung menghidupkan layar handphone itu, hingga terlihat wallpaper foto saka dan aku. "Loh ini foto siapa mas? kok bareng kamu sih?" ujar Sasa tampak dengan penuh tanya. Ak

