Rajam

1019 Words

"Maaf mas jika membuatmu kesal, tapi aku menunggumu untuk menjemput kami di pasar. seperti yang kamu janjikan pagi tadi padaku." aku terdiam mendengar penuturannya, berarti khumaira menungguku berjam-jam hanya karena aku mengatakan akan menjemputnya? "Tapi kenapa kamu harus menunggu selama itu? harusnya kamu langsung pulang saja, lihat saka wajahnya sampai memerah seperti itu," ujarku sambil menunjuk ke arah saka. Khumaira ikut menatap ke arah buah hati kami, pasti sekarang dia merasa bersalah. khumaira menatapku dengan mata berembun. "Semakin hari, kamu semakin berubah mas. harusnya kamu tahu apa yang aku lakukan adalah bentuk baktiku pada suamiku, aku tidak mau membuat suamiku kecewa hanya karena aku tidak bisa menunggunya lebih lama." Khumaira terlihat menundukkan wajahnya dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD