Jinny sudah kembali ke dorm saat ini. Dan dia sedang tertidur di kamarnya. Dan tinggalah mereka ber empat di ruang tengah.
"Apa kalian tak kasihan melihat Jinny yang terus mengharapkan taeyong" kata Dita.
"Kau ini bagaimana sih eonni, tentu saja kami kasihan padanya.. tapi mau bagaimana lagi" ujar soodam.
"Biarlah dulu, Jinny sudah dewasa.. dia sudah bisa memilih mana yang baik dan benar untuknya" kata Lea bijak.
"True, aku setuju padamu eonni" ujar Denise.
"Huhfft, baiklah.. tapi aku tak mau melihatnya seperti itu terus menerus" ucap Dita.
"Kita harus bisa membuat Jinny melupakan taeyong-ssi" kata Denise.
"Hmm, bagaimana caranya" ujar soodam.
"Entah, kita harus memikirkan nya terlebih dahulu" ucap Denise.
"Aku paham jika di posisi Jinny sekarang" kata Lea.
"Ne.. pasti menyakitkan, semoga saja Lucas oppa tak seperti taeyong oppa" ujar soodam.
Dan tanpa mereka sadari, jinny bisa mendengar nya dari dalam kamar.
"Sebegitu menyedihkan aku" gumamnya.
"Kenapa harus aku dan bukan kau soodam, aishh apa yang aku pikirkan"ucapnya.
****
Kota Seoul dan seluruh army di seluruh dunia dibuat cemas akan berita yang beredar tentang Suga yang mengalami cedera bahu. Dan berita itu sampai ke telinga para member secret number.
"Ya apa kalian mendengar berita hari ini" kata Denise yang baru keluar dari kamarnya.
"Ne, apa kita harus menjenguknya?" Ucap Dita.
"Tentu saja, mereka kan sudah menjenguk Jinny waktu itu. Menurutku rasanya akan tak sopan jika tak menjenguk" ujar Lea.
"Baiklah, apa mau sekarang? Sekarang kita kan tak punya jadwal apapun" ucap soodam.
Jinny terdiam di tempatnya, dia teringat pada kejadian di rumah sakit. Ketika itu Suga yang merintih kesakitan memegangi bahunya.
"Jinny-ah apa kau mau ikut" ujar Dita membuat Jinny tersadar.
"Ah tentu eonni, aku akan ikut" ucap Jinny.
"Baiklah, sekarang kita siap-siap dulu, chamkaman.. suga-ssi di rawat dimana?" Kata Lea.
"Ah iya.. aku akan menanyakannya pada jin oppa" kata Dita lalu mengambil handphone nya untuk mengirimi pesan pada jin.
Dita
Oppa..
Jin
Ne, waeyo Dita..
Dita
Aku dan para member lainnya akan menjenguk Suga oppa. Kalau boleh tau Suga oppa di rawat dimana?
Jin
Suga di rawat di rumah sakit ***, tapi dia tak boleh di jenguk terlebih dahulu. Besok kalian bisa menjenguknya.
Dita
Ah begitu, baiklah oppa.. gomawo
Jin
Ne, besok kabari aku jika ingin menjenguk Suga.
Dita
Iya oppa, akan ku kabari.
"Suga oppa hari ini tak bisa di jenguk terlebih dahulu, besok kita bisa menjenguknya" kata Dita.
"Oh baiklah, tapi besok kita harus latihan.. berarti nanti sesudah latihan kita kesana nya" kata Lea.
"Ne, lebih baik sekarang kita istirahat" kata Dita dan di setujui oleh mereka.
"Ah mian eonni, aku mau minta ijin untuk keluar sebentar" kata Denise.
"Kau mau kemana?" Tanya soodam.
"Aku mau pergi ke supermarket sebentar, aku ingin beli sesuatu" kata Denise.
"Wahhh, aku ikut ya.." ucap soodam dengan mata berbinar.
"Ani.. jangan, aku ingin sendiri. Jika denganmu aku tak bisa bebas" kata Denise menolak membuat soodam cemberut.
"Terserah kau, aku ingin ke kamar" ucap soodam nagmbek.
"Aishh anak itu, selalu saja begitu" gumam Jinny dengan malas.
"Sudahlah kau cepat pergi, dan jangan lama" kata Lea.
"Ne eonni, aku pergi.. Babay" kata Denise lalu keluar dari dorm.
Denise menaiki motor sport nya dengan penyamaran yang ia kenakan.
Motor nya membelah jalanan Seoul yang agak lenggang. Lalu tak lama setelah itu dia sampai di tempat tujuan.
Dia lalu turun dan masuk ke supermarket untuk membeli sesuatu.
Matanya dengan jeli meneliti ke setiap sudut supermarket itu. Hingga Maniknya menemukan sesuatu yang ia cari.
"Ah sereal kesukaan ku, kau ada di sana rupanya" ucapnya lalu dia berusaha mengambil sereal yang disimpan di rak yang cukup tinggi membuat nya sedikit kesusahan.
"Aishh kenapa rak ini semakin tinggi eoh" gerutunya.
Hingga ada tangan besar yang terulur dan mengambil Beberapa kotak sereal lalu menyodorkan nya pada Denise.
"Akk siapa kau!!" Pekik Denise yang kaget dan takut.
Orang yang ada di hadapannya membuka sedikit masker yang ia kenakan lalu memakainya kembali.
"Na..namjoon oppa" kata deinse dengan canggung.
"Ambilah, apa masih kurang?" Tanya namjoon yang menyodorkan tiga kotak sereal dan langsung diambil oleh Denise.
"Ah gomawo oppa, ini sudah cukup" ucap Denise dengan sedikit membungkuk.
"Apa kau sendirian?" Tanya namjoon lagi.
"Iya aku sendiri kesini" kata Denise.
"Kau sendiri?" Tanya Denise.
"Aku bersama jin hyung.. em tapi sepertinya kita berpisah" kata Namjoon yang mengelilingkan matanya.
"Ah begitu, emm a..aku harus segera ke kasir.." kata Denise.
"Ya sudah, kita bareng saja.. aku juga mau kesana" ucap namjoon dan Denise hanya mengangguk lalu berjalan terlebih dulu diikuti oleh namjoon.
Namjoon tersenyum tanpa sepengetahuan Denise. Denise sangat canggung saat ini, hatinya entah kenapa tiba-tiba berdebar dengan kencang. Mungkin karena dia bertemu dengan sang idola nya kali ya.
Entahlah, yang pasti dia saat ini sangat akward.
Dan namjoon juga seperti itu..
Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai dan sekarang ada di parkiran. Namjoon menunggu jin yang belum juga datang.
"Oppa, aku harus segera pergi, tak apa kan?" Tanya Denise dengan sedikit tak enak.
"Ah ya, tak apa.. hati-hati lah" kata Namjoon dan Denise mengangguk.
"Ne, anyeong oppa"
"Ne"
Denise menaiki motornya membuat namjoon sedikit kaget.
Wahh..
Tin
Tin
Denise menekan klakson nya berpamitan pada namjoon. Namjoon mengangguk dan tersenyum di balik maskernya.
Tak lama setelah itu jin datang dengan beberapa kantong plastik di tangannya.
"Yak Hyung kau lama sekali eoh, aku sampai lumuran disini" kata Namjoon yang kesal.
"Dasar lebay" maki jin dengan menggelengkan kepalanya.
"Yak aku tak lebay" tolak namjoon yang semakin kesal. Jin hanya mengacuhkannya lalu masuk ke dalam mobil nya.
Namjoon dengan terus menggerutu pun masuk ke dalam mobil.
"Kenapa aku bisa memiliki Hyung seperti mu" gumamnya yang masih bisa di dengar oleh jin.
"Aku juga tak mau memiliki adik seperti mu" kata jin dan tentunya bercanda.
"Ya ampun kau.." geram namjoon lalu dia menggigit bibirnya dan menghela nafasnya membuat jin tersenyum menang.
****
Denise memasukan motornya ke garasi. Lalu dia masuk ke dalam dorm dan langsung pergi ke dapur untuk membuat sereal kesukaannya.
"Kau sedang apa?" Tanya Jinny yang tiba-tiba datang.
"Aku sedang membuat sereal eonni, apa kau mau?" Tawar Denise.
"Ani, aku sedang diet" kata Jinny dan mengambil air putih lalu meminumnya.
"Ya eonni, apa kau tak bosan terus diet eoh" ucap Denise lalu melahap sereal nya yang sudah jadi.
"Ani" balas Jinny singkat lalu melengos pergi begitu saja.
"Aishh kenapa dia berubah sangat drastis sekali eoh" gerutu denise lalu memakan sereal nya lagi.
"Kau sedang berbicara dengan siapa?" Tanya seseorang membuat Denise kaget dan hampir tersedak.
"Eoh eonni kau mengagetkan ku saja huh" kesal Denise pada Lea. Lea terkekeh lalu mengambil salad nya di dalam kulkas.
"Lagian kau kenapa terus menggerutu?" Kata Lea.
"Ani, aku hanya kesal pada Jinny eonni. Dia kenapa bisa berubah menjadi cuek seperti itu" ucap Denise.
"Perasaan mu saja kali" kata Lea lalu pergi membuat Denise semakin dongkol.
"Terus saja tinggalkan aku eoh"