soodam

1107 Words
Soodam, gadis yang asik sendiri sedari tadi. Kini dia menghampiri para member nya. "Emm permisi" ucapnya sopan. Sebelas orang yang ada di sana melihat ke arahnya. "Ya ada apa dami" kata Lea. "Mm eonii, aku harus pergi duluan. Aku ada janji dengan seseorang, tak apa kan?" Kata soodam yang sebenarnya grogi, bagaimana tidak. Disana ada boy group terkenal dan banyak di gemari oleh banyak orang sedang berkumpul dengan girls group rookie dari perusahaan kecil. "Ah ne, kau hati-hati lah.. apa dia yang menjemput mu?" Tanya Lea dan soodam mengangguk. Anggota Bangtan dibuat bingung dengan 'dia' yang di sebut oleh Lea terutama Jimin. "Ne, kalau begitu aku pamit.. anyeong" ujar soodam lalu pergi keluar kafe. Jimin hanya diam sembari melihat punggung gadis itu yang mulai menjauh. Drrtt drrtt drrtt Suara handphone Jimin berbunyi, Jimin langsung mengangkat nya. "Ne, ada apa?" Ujar Jimin malas. .... "Aku bilang aku sedang tak ingin pergi, apa kau paham" kata Jimin. ... "Aishh, oke aku mau" Tut Tut "Siapa?" Tanya namjoon pelan. "Kang seulgi" ujar Jimin pelan juga. Jimin kemudian berdiri lalu berkata. "Mm maafkan aku, aku harus menemui seseorang hari ini.. aku harus segera pergi, anyeong" kata Jimin yang lalu pergi sebelum orang orang membalas perkataannya. "Maafkan dia, dia memang begitu" ujar jin dan ke empat member secret number hanya mengangguk. Di sisi lain, kini soodam sedang berada di sungai Han dengan Lucas, ya tentu dengan dia. "Chagi, apa kau tak takut jika kau ketahuan memiliki pacar" kata lucas pada soodam membuat gadis berwajah anime itu terkekeh kecil. "Ani, selagi kau ada di sisiku" kata soodam yang lalu memeluk Lucas. Lucas dibuat tersenyum oleh soodam. "Aku akan selalu bersama mu" ujar Lucas yang membalas pelukan soodam. "Kau harus janji" ucap soodam yang menjulurkan kelingkingnya. Lucas tersenyum lalu menyematkan kelingkingnya dengan kelingking soodam. "Ne, aku janji" katanya. "Baiklah, aku akan pegang janjimu. Kau tau.." ucap soodam menggantung lalu dia duduk di tepian sungai Han dan memandang hamparan air di hadapannya. Lucas pun ikut duduk bersama pacarnya itu. "Wae?" "Aku.. tak ingin jika hubungan kita berkahir seperti hubungan taeyong oppa dan Jinny eonni" ujar soodam melihat ke arah Lucas. Lucas memberikan senyum manisnya lalu dia mengusap pipi berlesung milik soodam. "Apa kau tak mempercayai ku, aku sudah berjanji padamu agar kita selalu bersama bukan?" Kata lucas membuat soodam tersenyum dan kembali memeluknya. "Gomawo oppa" ujar soodam dan Lucas hanya mengangguk dengan mengelus kepala soodam. Soodam melepaskan pelukannya lalu dia menatap Lucas yang juga sedang menatapnya. Dia sungguh tak percaya jika dia akan memiliki seorang kekasih setampan lucas. Lucas mengusap pipi soodam dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah soodam. Soodam diam membeku di tempatnya, pikirannya berkelana jauh entah kemana. Lucas terkekeh membuat soodam meneguk ludahnya susah payah. "Kenapa kau tegang Hmm?" Tanya Lucas membuat soodam salah tingkah. "A..Ani, siapa yang bilang" ujar soodam mengalihkan pandangannya ke arah lain. Lucas kembali dibuat tertawa oleh gadis di hadapannya itu. "Aku" kata lucas. "Ih diem gak" ucap soodam yang pura-pura kesal. Lucas mencubit hidung soodam karena gemas membuat sang empu meringis. "Aaa oppa!!" Pekik soodam. "Kau sangat lucu eoh" ucap Lucas. Semburat merah menjalar di pipi soodam dan Lucas tak bisa menahan tawanya. "Oppa berhentilah tertawa atau aku.." ucap soodam. "Aku apa Hmm?" Kata lucas menggoda soodam. Soodam dibuat semakin jengkel oleh pria bernama Lucas tersebut. "Oppaa!!" Rengek soodam yang menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Lucas terkekeh lalu dia menarik tangan soodam dan menatap wajahnya. Soodam kembali membeku, karena kali ini Lucas benar-benar menempelkan benda kenyal itu di bibirnya. Dan itu hanya sesaat, soodam masih diam di tempatnya setelah Lucas menjauhkan wajahnya. Lucas terkekeh lagi dan lagi. Soodam tersadar lalu mengalihkan pandangannya ke lain arah. "Mau makan?" Tawar Lucas. "Mm aku sedang diet" kata soodam. "Kenapa sih, padahal badan mu sudah bagus" ujar Lucas. "Mm aku tak ingin gendut saja" ujar soodam canggung. "Kalo gitu, mari kita jalan-jalan" kata lucas dan soodam hanya mengangguk. Lalu mereka berdua pun kembali ke dalam mobil Lucas dan tentunya dengan penyamaran. Namun, di balik itu semua. Ada mata yang melihat semua adegan pasangan itu. "Chagi, ayo pergi" kata seorang perempuan dan laki-laki itu hanya mengangguk. "Ya jiminie, apa kau baik-baik saja eoh" ujar seulgi yang melihat Jimin terdiam. "Aku tak apa" kata Jimin lalu pergi duluan meninggalkan seulgi membuat gadis itu menggerutu di tempatnya. **** "Gomawo oppa" kata soodam ketika dia diantarkan sampai ke depan gerbang dorm nya. "Mm ne, istirahatlah.. pasti kau capek, besok kau akan ada acara kan?" Kata lucas. "Iya oppa, aku juga sudah sangat lelah hari ini" ucap soodam. "Ya sudah kalau gitu kau masuklah" ujar Lucas. "Ani, kau duluan yang pergi.. nanti aku akan masuk setelah kau pulang" kata soodam. "Aniyo, kau duluan saja.. aku harus memastikan kalau kamu memang pergi ke dorm mu" kata lucas. "Ah ottoke, terserah kau saja oppa.. aku pergi dahh.." kata soodam lalu berjalan menjauhi mobil Lucas. Lucas tersenyum melihat gadis nya telah menuruti permintaannya. Lalu dia melajukan mobilnya menjauhi tempat itu. Soodam masuk ke dalam dorm, di sana para member lainnya sudah pulang. "Ya kau darimana saja eoh" kata Jinny dengan pelototan mata seram nya. "Ya jangan menatapku seperti itu" ucap soodam yang bergidik ngeri. "Aish jinjja, aku hanya bercanda dami-ah" kata Jinny dengan terkekeh. "Ya tetap saja, itu sangat menyeramkan" ujar soodam membuat Jinny mencebikkan bibirnya. "Apa kau menikmati harimu dengan Lucas dami-ah, hingga kau lupa untuk pulang" goda Dita. "Ani eonni, tak seperti itu" elak soodam. "Sudahlah, kasihan soodam.. dia sudah sangat malu" goda Lea dengan kekehan kecil. "Ah.. kalian sangat menyebalkan eoh" ujar soodam lalu masuk ke dalam kamarnya dengan tawa ke empat yeoja yang puas menggodanya. *** Dita masuk ke dalam kamarnya, dia membuka handphone nya karena sedari tadi terus berbunyi. Jaehyun oppa ^3 Jin oppa^2 Dita membuka chat dari jin. Jin oppa Apa kau sudah pulang? Jin oppa Kuharap begitu, jangan lupa untuk mengistirahatkan tubuh mu. Dita tersenyum membaca pesan itu lalu jarinya mengetikkan sesuatu untuk membalasnya. Dita Ne oppa, gomawo Dita Aku akan istirahat setelah ini. Dan tak lama setelah pesan nya terkirim, jin membalas pesannya. Jin oppa Baiklah, istirahatlah.. see you Dita See you too Dita dibuat senyum-senyum sendiri karena jin. Lalu dia memencet roomchat nya dengan jaehyun. Jaehyun oppa Apa kau ada waktu sekarang? Jaehyun oppa Aku ingin mengajak mu keluar sebentar untuk makan malam nanti Jaehyun oppa Apa kau mau? Dita bingung di tempatnya, karena harus menjawab apa. Tapi badannya hari ini sungguh lelah untuk beraktivitas lagi. Dita Mianhe oppa, aku baru saja sampai.. aku butuh istirahat untuk besok, lain kali saja ne.. tak apa kan Jaehyun oppa Ahh baiklah, aku tak memaksa.. beristirahat lah.. Dita pun meletakkan ponselnya di nakas dan mulai memejamkan matanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD