black-secret

1142 Words
Apa kalian tau, jika Jinny adalah mantan traine YG. Ya agensi yang menaungi banyak artis terkenal salah satunya adalah blackpink. Jinny merupakan mantan traine dari blackpink itu sendiri. Namun dia tak terpilih karena dia harus lebih menggali bakatnya lebih dalam lagi hingga akhirnya dia memilih keluar dan mencari agensi lain. "Eonni, apa hari ini kita ada kegiatan lagi" kata Jinny pada Lea setelah mereka latihan dance practice. "Ani, hari ini jadwal kita kosong" ujar Lea lalu meminum air putihnya di botol. "Ahh baguslah, hari ini aku ingin keluar dengan seseorang" kata Jinny. "Seseorang? Apa kau sudah menemukan pengganti-" Perkataan Lea terpotong. "Ani bukan itu, aku ingin menemui teman ku" ucap Jinny dan Lea hanya ber oh ria. "Oh begitu, jangan terlalu lama.. aku takut manager oppa mencarimu" kata Lea dan Jinny tersenyum dengan tangan membentuk huruf ok. "Baiklah kalau begitu aku harus pergi eonni, salamkan pada yang lain"kata Jinny. "Ne.." "Babay.." ujar Jinny melambaikan tangannya dan di balas lambaian juga oleh Lea. "Bay" ***** Jinny melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. Dia kemudian melihat ke arah pintu kafe dan seseorang ber poni dan bertubuh tinggi dan datang lalu menghampiri nya. "Jinny-ya... Aku sangat rindu padamu" ujar orang itu memeluk Jinny. "Ya aku juga rindu padamu, pabbo" kata Jinny dan membalas memeluk. Mereka lalu melepaskan pelukannya masing-masing. "Duduklah" kata Jinny lalu orang itu duduk di hadapannya. "Bagaimana pekerjaan mu, ku dengar comeback mu sukses, chukae" kata Jinny. "Ah kau tau sendiri bukan, pekerjaan seorang idol itu sangat melelahkan.. ne gomawo Jinny ya" "Hmm Lisa, apa rose tak ikut" kata Jinny, Yap orang itu adalah Lisa. "Rose saat ini sangat kelelahan, kau tau sendiri kan dia gampang sakit" kata Lisa dan Jinny hanya mengangguk. "Kau mau pesan apa?" Tawar Jinny. "Aku ingin milkshake banana saja, biar aku saja yang pesan" ujar Lisa. "Ya lagian siapa yang akan memesankan pesananmu" kata Jinny bercanda. "Aishh tega kau.." ujar Lisa terkekeh lalu dia memesan minumannya. Lisa duduk dan menatap Jinny. "Bagaimana hubungan mu dengan taeyong?" Kata Lisa membuat Jinny seketika terdiam. Lisa pun ikut merasa tak enak. "Ah mian, aku hanya-" "Aku sudah putus dengannya" ujar Jinny membuat Lisa membelalakkan matanya. "Mwooo!! Bagaimana bisa??" Kata Lisa tak percaya. "Itu bisa saja di dalam sebuah hubungan lisa-ya. Lagian aku sedang berusaha melupakannya.." kata Jinny murung. "Tapi bukan maksudku begitu jinny-ah, aku.. aku tak habis pikir.. kalian sangat serasi dan kupikir kau mencintai taeyong begitupun sebaliknya" ujar Lisa. "Aku memang mencintainya, tapi hatinya sudah untuk orang lain dan aku tak bisa memaksakan kehendak ku bukan?" Kata Jinny. "Ma.. maksudmu taeyong selingkuh?" Kata Lisa kaget dan Jinny mengangguk sebagai jawaban. "Aishhh dasar k*****t!! Bisa-bisanya dia memainkan hati seorang wanita.. aishh jinjja aku akan memberikan pelajaran padanya" kesal Lisa dengan wajah yang memerah padam. "Sudahlah, biarkan saja.. ini mungkin sudah nasib ku haha" kata Jinny dengan tertawa sumbang membuat Lisa iba melihatnya. Aku tak akan biarkan dia Jinny ya.. dia sudah menyakitimu.. batin Lisa. "Ah baiklah.. tapi sekarang aku ada urusan mendadak.. aku harus pergi, tak apa kan?" Kata Lisa membuat Jinny mengerutkan keningnya. "Apa ada acara lagi?" Tanya Jinny dan Lisa mengangguk lalu berdiri dan Jinny pun ikut berdiri. "Baiklah, hati-hati" kata Jinny lalu mereka berpelukan sebentar. "Dadah.." ujar Lisa. "Dah" Jinny masih diam di tempatnya, dia sedang berpikir. Kenapa dia begitu aneh.. batinnya. "Aishhh aku harus membuntutinya" kata Jinny lalu mengambil tasnya dan masuk ke mobil. Dia mengikuti mobil Lisa dari belakang. Dan dia merasa feeling nya memang benar saat Lisa melajukan mobilnya ke arah gedung SM. Mobil Lisa sampai di parkiran gedung SM lalu gadis bertubuh tinggi itu segera berlari kecil menuju suatu yang di tuju nya. Jinny segera keluar dan berusaha menghentikan langkah Lisa namun dia kalah cepat dengan gadis itu. Lisa bertemu taeyong tepat di depan dorm pria itu. Jinny menghampiri Lisa dan berdiri di dekat Lisa dengan nafas terengah. Dapat dia lihat wajah Lisa yang kesal dan menahan amarahnya. "Yak!! Kau bodoh!! k*****t dan tak tau diri!! Kenapa kau menyakiti Jinny hah!! Dasar b******n" maki Lisa di depan wajah taeyong dan disana ada jaemin, douyong dan Mark. "Lisa-ya sudahlah.. kenapa kau begini eoh.. Kajja kita pergi" ujar Jinny. "Diamlah Jinny, aku kesal dengan pria b******k di hadapan ku ini" tunjuk Lisa pada taeyong yang masih diam. "Aishh kenapa kalian ribut disini eoh, dan kenapa kalian bisa masuk kemari" kata jaemin yang pusing. Lisa menatap jaemin dengan tajam membuat lelaki itu terdiam kembali. "Kau pria bodoh yang selama ini aku kenal, pergilah dengan selingkuhan mu itu.. dan jangan mendekati Jinny lagi. Aku tak ingin melihat wajah sialan mu ini" kata Lisa dengan gigi yang bergemelatuk. "Lisa!!" Tegur Jinny yang ikut kesal. Jinny menatap taeyong tajam dan taeyong hanya bisa menghela nafasnya. "Sudah! Ayo kita pulang, aku sudah muak bertemu dia" kata Jinny tanpa melihat ke arah taeyong. "Baguslah kalau gitu, dia memang tak pantas untukmu" kata Lisa lalu mereka berdua pergi dari sana. Kau memang sungguh munafik jinny-ah, kau yang sebenarnya yang sudah bermain belakang dengan ku.. batin taeyong. "Ya kau tak apa?" Ujar Mark. Lalu taeyong hanya mengangguk lalu masuk ke dalam dorm. Mark, doyoung dan jaemin hanya saling melempar tatapan bingung nya. "Dia memang bodoh, karena sudah menyia-nyiakan Jinny yang begitu tulus padanya" celetuk douyong. "Hmm kau benar, jika aku di posisinya aku tak akan pernah melepaskan Jinny" kata jaemin. "Sudahlah berhenti bermimpi, ini sudah siang. Ayo masuk" ujar Mark membuat douyong dan jaemin memakinya pelan. *** Jinny dan Lisa sudah kembali ke parkiran, Jinny mengehela nafasnya. "Kau ini, aku sudah bilang kan.. kau tak perlu melakukan hal seperti tadi" kata Jinny membuat Lisa cengengesan. "Ya mianhe Jinny ya" kata Lisa mencolek dagu Jinny. "Aishh kenapa aku memiliki teman seperti mu eoh" kata Jinny membuat Lisa terkekeh. "Sudahlah lagian sudah berlalu juga, jinny-ah aku harus pergi.. kau bawa mobil kan?" Kata Lisa. "Ne, aku bawa mobil.. kau hati-hati lah' ucap Jinny. "Ne, bay" "Bay" Mobil Lisa pun melesat pergi dari parkiran itu. Dan saat Jinny akan masuk ke dalam mobil nya, ada suara menginterupsi. "Sudah puas kau" ujar seseorang dari belakang Jinny. Lalu Jinny membalikkan badannya. "Taeyong oppa" gumam gadis itu. "Cih, dasar munafik.. aku tau kau senang kan setelah aku memutuskan hubungan kita" kata taeyong. "Apa maksudmu?" Ucap Jinny yang kebingungan. "Sudahlah, aku muak melihat wajahmu" kata taeyong. "Aku juga muak dengan mu taeyong-ssi.. aku benci padamu" ujar Jinny lalu masuk ke dalam mobil dan menjalankan nya. Air mata Jinny terus menetes membasahi pipinya. Dia sungguh tak menyangka jika taeyong bisa bersikap seperti tadi padanya Aku benci padamu taeyong.. aku benci. Batin Jinny. "Arghhhh" Jinny berteriak dan menghentikan sejenak mobilnya dan meninju setir mobil dengan keras. "Hiks.. kau jahat hiks.. aku benci kamu hiks.." ujar Jinny lalu menjambak rambut nya dengan kasar. Jinny kemudian menghapus air matanya meski lagi-lagi air matanya turun kembali, karena mengingat hal seperti tadi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD