Syahrul tersenyum penuh arti setelah mendapatkan anggukan penuh keyakinan dari Aristela. Namun, sepercik keraguan masih berlinang di sana dan Syahrul yakin itu. Sebelum Aristela benar-benar melangkah, Syahrul menahan Aristela dengan menggenggam tangan gadis tersebut. "Saya menyerah Aristela, saya lelah mengejar kamu, jangan kecewakan hati saudara tirimu itu, jaga perasaannya karena jika kau menyia-nyiakan perasaannya layaknya saya, maka kau akan kehilangan segalanya dan akan menyesalinya dalam waktu yang lama," ujar Syahrul tiba-tiba. "Apa maksud Bapak?" "Kamu berbohong, tidak perlu ragu mengatakannya, alasan sebelumnya tentang insecure itu adalah sebagai tameng karena permainanmu sudah terlalu jauh bukan? Sehingga kau mengambil cara nekat untuk menerimaku, tapi ketahuilah Aristela, it

