baiklah lina... ibu akan jual rumah ini... kalian tinggal mengurus semuanya. setelah rumah ini laku terjual ibu akan berikan bagian kalian masing masing...
akhirnya ibu membuat keputusan yang sebenarnya tidak ingin dilakukannya.
sebenarnya ia masing sangat merasa sayang untuk menjualnya. ia teringat akan semua kenangan bersama mendiang suaminya. tapi ia juga terpaksa melakukan itu semua. karena selama ini ibu yuli selalu menuruti keinginan anak anaknya terutama lina dan nita. ia tidak ingin membuat mereka merasa kecewa karena ia tidak bisa memenuhi keinginan mereka. ibu yuli sangat berharap kedua anak perempuannya bisa berubah menyayanginya dan menjadi sedikit perhatian kepadanya terlebih sekarang ia sudah bertambah tua dan sakit-sakitan.
nahhh... gitu dong bu...
jadi kita kan gak perlu otot-ototan begini kalau dari tadi ibu langsung setuju dengan apa yang kita minta...
lagi kak lina berkata tanpa memikirkan perasaan ibunya.
dasar anak-anak durhaka maki rika dalam hati.
ya udah nanti kita berdua yang akan urus semua masalah penjualan rumah ini.
ibu tinggal terima beres aja...
keduanya mengangguk sambil tersenyum sumringah.
ya udah kami pamit dulu bu... besok kami akan datang lagi dengan calon pembelinya.
keduanya pun bergegas meninggalkan rumah ibunya dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
setelah keduanya tak terlihat lagi didepan pintu keluar rumah itu toni pun menghampiri ibunya yang masih duduk termenung di sofa ruang tamu.
bu.... apa ibu yakin mau menjual rumah ini? apa ibu nggak sayang ninggalin semua kenangan ibu sama ayah di rumah ini?
bu yuli menarik nafas panjang menanggapi pertanyaan putranya.
sebenarnya ibu belum rela menjual rumah ini, tapi ibu terpaksa ton..
ibu nggak mau ngebuat kakak kakakmu kecewa sama ibu. ibu nggak mau mereka semakin menjauh dari ibu.
tapi kalau memang ibu keberatan ibu bisa kan ngomong baik baik sama mereka. jangan selalu menuruti apa yang di minta sama mereka.
sekali sekali ibu harus tegas bu sama mereka... biar kedepannya mereka bisa lebih menghargai ibu.
sudahlah ton... kamu jangan selalu berprasangka buruk sama kakak kakakmu...
mereka sayang kok sama ibu...mereka itu nggak sejahat yang kamu sama istrimu itu fikirkan..
lagi ibu yuli melakukan pembelaan terhadap kedua putrinya yang jelas sudah sangat keterlaluan terhadap dirinya.
lagian kalau rumah ini dijual juga ibu bakalan tinggal sama salah satu diantara mereka. ibu nggak bakalan ikut kamu...
ibu sudah nggak betah selalu ketemu sama istri kamu itu.
jadi kamu nggak usah mikirin soal rumah ini lagi .
tapi tenang aja kok... ibu juga masih punya hati. ibu masih mau kasih kamu jatah atas penjualan rumah ini walaupun tidak sama dengan apa yang akan diterima oleh kakak kakakmu.