toni hanya terdiam mendengar semua ucapan ibunya. ia sudah menduga akan selalu beginilah akhirnya. setiap mereka berdua membicarakan kelakuan lina dan nita. ibu yuli selalu membelanya. bahkan walaupun diantara mereka ada yang melakukan kesalahan. ibu yuli seolah tutup mata akan hal itu. itu yang membuat sifat kedua perempuan itu semakin buruk saat ini
akhinya toni hanya bisa diam dan berlalu pergi ke dalam kamarnya. ia meninggalkan sang ibu di sofa ruang tamu itu.
di dalam kamar toni melihat rika yang sedang termenung di pinggir ranjang tempat tidurnya.
kamu kenapa sayang....? tanya toni kepada istrinya
rika tersentak mendapat pertanyaan dari suaminya.
ia tidak tahu kapan toni masuk kedalam kamar itu.
nggak apa apa mas... jawab rika dengan senyumnya.
nggak apa apa tapi kok istri mas ini jadi cemberut gini?
nggak apa apa kok mas... aku cuma kesel aja sama kakak kakak kamu... ko bisa ya orang tua lagi sakit malah ngurusin harta. bukannya sibuk merawat dan memberi perhatian buat ibu tapi malah begitu sikapnya.
toni pun terdiam ..ia sendiri bingung dengan semua itu... ia tidak bisa berbuat apa-apa karena setiap kali ia mengatakan pendapatnya. ibunya selalu marah dan tidak terima seperti yang barusan terjadi tadi.
sudahlah sayang kita nggak usah mikirin soal itu. kalau memang semua itu udah jadi keputusan ibu. biarin aja..
lebih baik kita mikirin soal kita aja..
kalau seandainya memang rumah ini bakal terjual berarti kita harus siap siap buat nempatin rumah kita. itu kan yang selalu kamu mau dari dulu. mungkin dengan cara ini kira bisa mewujudkan semua mimpi kita dari dulu.
kita akan mulai hidup kita yang baru...di rumah baru kita.yang insyaallah akan diberkahi allah...
aamiin....ucap mereka berdua serentak.