Perih

1020 Words

Farzan mengusap wajahnya beberapa kali . Berharap pintu kamar itu terbuka. Dan benar saja, pintu itu akhirnya terbuka. "Bagaimana keadaan istri saya dok." Ucap Farzan tak sabar. "Untunglah. Kandungan ibu Nayra sangat kuat. Dia sempat mengalami pendarahan . Tapi, ibu dan bayinya sehat. Saya harap, kejadian ini tidak terjadi lagi. Jika terjadi lagi, kemungkinan besar akan terjadi resiko yang berbahahaya. Tolong jaga dia." Ucap dokter. Farzan segera masuk kedalam. Nayra yang melihatnya hanya tersenyum. Farzan memegang tangan Nayra dan menciumnya. "Maafkan aku sayang. Aku salah. Seharusnya aku gak ngebolehin kamu buat keatas tadi. Kalau gak, ini gak akan terjadi. Aku janji, ini gak akan terulang." "Seharusnya aku yang minta maaf mas. Aku gak seharusnya membahayakan bayi kita." "Yang pen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD