Prolog

Nayra Reyhannisa Faza. Nayra artinya bercahaya, Reyhannisa artinya seorang wanita, wanita hadiah dari Tuhan dan Faza artinya sukses. Dia adalah Wanita cantik, pintar dan juga cerdas. Namun terlahir dari keluarga sederhana. Dia suka berpakaian Syar'i dan punya sebuah butik yang bajunya dia desain sendiri.
Kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Terutama Ayahnya, Ismail. Walau mereka tak mampu, keinginan untuk menyekolahkan Nayra sampai ke perguruan tinggi tercapai.
Bapak Ismail dan istrinya tinggal disebuah rumah kecil dibelakang sebuah rumah besar dan megah. Mereka juga bekerja di sana untuk mendapatkan uang.
Ekonomi keluarga itu mulai membaik sejak bisnis online Nayra semakin maju. Bahkan, dari hasil jual online itu, dia dapat membeli sebuah toko kecil yang menjual berbagai macam busana muslim beserta hijabnya.
Nayra gadis yang pendiam dan juga tak pernah berbicara kepada lelaki yang bukan mahramnya. Itulah yang membuat banyak lelaki kagum padanya.
••
Zahira Nabila Mirza. Zahira artinya berkilau, Nabila artinya mulia dan Mirza artinya anak yang baik. Biasa dipanggil Zayra. Dia juga tak kalah cantik dari Nayra. Dia juga baik, hanya saja gadis itu masih sering salah dalam mengambil keputusan. Dia sedikit manja dan juga terbiasa hidup mewah. Dia terlalu dimanjakan oleh mamanya, tapi dia adalah sahabat yang telah dianggap saudara oleh Nayra. Mereka lahir dihari yang sama. Yang berbeda adalah waktu dan jam saja. Kisah ini berawal dari 23 tahun lalu, ketika mereka sama-sama dilahirkan kedunia.
••
Flash back on.
Bu Ismail merasa kesakitan . Hari ini dia akan melahirkan. Dia sudah mendapatkan pertolongan pertama disebuah puskesmas. Kebetulan, persalinannya sama dengan persalinan tetangga didepan rumahnya yang tergolong orang kaya. Lain halnya dengan mereka yang lahir dirumah sakit ternama di Surabaya.
Setelah dua jam berjuang, akhirnya lahirlah seorang putri. Pak Ismail memberinya nama Nayra Reyhannisa Faza. Kedua orang tuanya sangat berharap kalau putrinya kelak akan menjadi orang yang sukses.
Ditempat lain, Bu Mirza juga masih berjuang. Tapi, persalinannya lewat jalan operasi Caesar. Karena dia mengalami masalah sebelumnya.
Dia juga melahirkan seorang putri, dan memberinya nama Zahira Nabila Mirza. Mirza diambil dari nama Ayahnya yang artinya anak yang baik. Berharap anaknya menjadi anak yang baik.
Nayra terbiasa mandiri sejak kecil. Dia suka membantu ibunya berjualan kue keliling. Selain itu, dia juga sering membantu Ayah dan Ibunya bekerja sebagai pembantu dirumah keluarga Mirza. Dari sanalah hubungan kedua wanita itu dimulai. Pak Mirza adalah sosok Ayah yang baik. Bahkan dia menganggap Nayra sebagai putrinya. Dia juga membantu biaya sekolah Nayra sampai kuliah.
Lain Halnya istrinya yang tak suka jika putrinya begitu dekat dengan Nayra. Kehidupan kedua wanita itu baik-baik saja sampai datang seorang lelaki yang membuat hubungan mereka berdua retak.
Flash back off.
••
"Nayra, aku kekampus bareng kamu iya?" Lagi-lagi Zayra merengek, ingin kekampus naik sepeda motor bersama Nayra.
"Gak, ah. Nanti kalau ketahuan mama kamu, aku yang dimarahin."
Jawab Nayra.
"Kamu jahat Nay. Sekali aja. Aku bosen naik mobil. Mana Surabaya kalau pagi macet. Udah berapa kali aku telat gara-gara kena macet."
Begitulah Zayra, dia sering memaksa ikut kekampus bersama Nayra. Dan Nayra, dia akan melakukan apapun yang diinginkan sahabatnya itu.
"Ok deh. Bawa helm kan? Kalau gitu, kamu yang nyetir."
Zayra tersenyum dan memeluk sahabatnya itu.
"Makasih iya Nay." Ucap Zayra
Nayra suka memakai rok atau gamis. Sedangkan Zayra, dia modis tapi tetap berhijab walaupun sering lepas pakai. Semua barang-barangnya selalu serba mahal dan bermerk.
Nayra baru memiliki motor ketika dia baru masuk kuliah. Itu juga karena berkat usaha online-nya yang selalu laris. Bahkan dia dapat membeli sebuah toko kecil yang menjual gamis dan pakaian muslimah yang dia desain sendiri. Perlu diketahui, Nayra adalah anak kuliah jurusan designer.
Lain halnya dengan Nayra, Zayra mengambil jurusan Management dan bisnis. Dia dituntut untuk mengurus dan meneruskan perusahaan papanya.
Merekapun berangkat kekampus bersama. Salah satu kampus ternama yang ada di Surabaya. Mereka melaju dengan sangat Cepat.
Tak butuh waktu lama, hanya sekitar dua puluh menit, mereka sampai di kampus.
Semua anak menyapa pada Zayra. Gadis itu memang terkenal karena kecantikannya dan dia memang pandai bergaul.
"Zay , bagus banget baju kamu hari ini?" Kata seorang wanita.
"Iya dong. Siapa dulu desainernya. Nayra Reyhannisa Faza. Jangan lupa datang ke butik Faza iya? Lagi ada promo." Kata Zayra. Dia memang selalu mengunggulkan baju buatan sahabatnya itu.
"Kamu emang the best deh. Makasih iya?" Ucap Nayra.
"Ok.ok. tapi aku diendorse lagi dong." Kata Zayra.
Mereka berdua terkekeh bersama.
"Ya udah, aku kekelas dulu ya Nay." Pamit Zayra.
"Iya, aku juga."
Merekapun. Berpisah di pertigaan kampus.
Kedua gadis itu sama cantik dan sama terkenalnya. Perbedaannya hanya Zayra lebih ceria, sedangkan Nayra itu pendiam. Zayra masih suka pacaran, sedangkan Nayra anti Pacaran.
Zayra masih sering lepas pakai jilbabnya. Tapi Nayra sudah Istiqomah sejak zaman SMP dulu. Mereka berdua dijuluki dua Barbie kampus.
Banyak lelaki yang tergila-gila pada mereka berdua. Jika Zayra suka memilih, memilih lelaki yang dia rasa sempurna,. Barulah dia menerimanya sebagai pacar. Tapi berbeda dengan Nayra, dia selalu menolak banyak lelaki dengan kata TIDAK MAU PACARAN.