Pertemuan Pertama

1408 Words
"Kampus kita ngadain reuni zan, kita semua diundang. Sekalian lihat adik-adik yang imut-imut di sana." Riko nyengir, dengan cengiran khasnya itu. "Doni datang gak?" Tanya Farzan. "Iya pasti datang zan. Katanya dia mau lihat dua barbie-nya kampus. Gue aja penasaran, cantiknya mereka kayak apa sih?" Kata Riko. "Kalian berdua emang gak berubah. Masak reuni dijadiin ajang lihat cewek cantik." Kata Farzan. "Kamu gak tahu aja zan, katanya mereka berdua itu kayak bidadari dunia. Makanya, kita aja penasaran" ujar Riko. "Terserah, deh. Gue pulang dulu iya? Nyokap bokap dari tadi nelpon terus." Farzan pergi setelah pamit pada sahabatnya itu. Farzan Reyhan Sakheil, seorang pria tampan dengan pekerjaan mapan. Masih muda sudah menjabat sebagai direktur utama, tapi kerjanya masih dibawah pengawasan papanya. "Sayang... Kok baru pulang sih?" Ucap mamanya. "Assalamu'alaikum." Farzan mencium tangan mamanya. "Waalaikumsalam." "Tadi Farzan lagi ketemuan sama Riko, dia ngasih undangan. Kampus Farzan ngadain reuni ma." Mamanya hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Farzan. "Masak ketemuannya cuma sama Riko aja. Kalau gak Riko pasti Doni. Mama kan juga pengen dengar kamu ketemuan sama cewek. Masak sampai sekarang kamu belum punya pacar juga. Umur kamu itu udah 27 tahun, sayang." Mama Farzan memulai omelannya. Jika sudah begini, Farzan hanya bisa diam. "Ma, Farzan kekamar dulu iya? Mau shalat." Farzan segera masuk ke kamarnya. Menuju kamar mandi untuk berwudhu dan Shalat. •• "Zay, kamu ikut bagian gak dalam reuni Akbar kampus kita ini?" Tanya Nayra. Zayra tersenyum. "Iya dong Nay, aku mana bisa gak lihat kakak-kakak ganteng nanti." Ucap Zayra. "Aku juga disuruh sama Dekan, malah dia nunjuk aku buat nyanyi pas dia ada itu. Mana bisa nolak aku." Kata Nayra. "Wah, kebetulan tuh, Nay. Kamu nyanyi aja lagu Havana." Zayra tertawa geli. Dia sudah tahu kalau sahabatnya itu punya suara yang bagus, tapi dia enggan untuk menunjukkannya. "Aku malu Zay." Ucap Nayra "Gak usah malu Nay, lepaskan aja." Lagi-lagi Zayra mengejek Nayra. Mereka berdua saling lempar bantal. Keduanya sedang berada dikamar Nayra. Zayra selalu saja mengendap-endap masuk kerumah Nayra tanpa sepengetahuan Mamanya. Suara telepon Zayra berbunyi. Namun Zayra tak mengangkatnya. "Kenapa gak diangkat Zay?" Tanya Nayra. "Males ah, itu telepon dari bang Dimas. Biasa, dia gak mau aku putusin, Nay." Jawab Zayra. "Makanya, kamu jangan pacaran Zay. Pacaran itu cuma menyesatkan." Ucap Nayra. "Ih, aku Bete banget sama dia. Udah aku bilang, aku cuma main-main sama dia. Dia bilang cinta sama aku." Zayra menon-aktifkan handphone-nya. "Pacaran banyak ruginya, mendingan gak usah pacaran." Sebenarnya Nayra tahu, kalau pacarannya Zayra adalah pacaran Buat main-main saja. Tapi dia terus saja menasehatinya. "Aku janji deh, Nay. Gak mau pacaran lagi. Kalau ada yang ngelamar aku, terus aku juga suka orangnya, aku bakal langsung terima. Terus nikah aja deh." Nayra tertawa. "Kamu mimpi iya Zay?" Zayra melempar bantal kepada Nayra. "Aku serius, Nay." Merekapun tertawa bersama. Tanpa mereka tahu kalau semuanya akan berubah dalam enam bulan kedepannya. •• "Farzan lama banget sih, gak tahu apa kalau kita udah nunggu dia dari tadi." Doni menggerutu dalam mobil. Farzan, yang ditunggunya belum juga muncul . Mereka menunggu didepan gerbang rumah Farzan. Setelah lima menit berlalu, Farzan muncul. "Nih, yang ditunggu baru nongol." Ucap Riko. "Lama banget sih loe, zan. Kayak cewek aja. Pake dandan paling." Ucap Doni. "Enak aja. Gue masih dikasih wanti-wanti sama nyokap gue." Jawab Farzan. "Makanya gue males masuk kedalam. Mama loe cerewet sih." Kata Riko. "Jangan gitu,lah. Bagaimanapun dia mama gue, tahu." Farzan pun masuk kedalam mobil bersama kedua sahabat konyolnya itu. Sesampainya di kampus, semua gadis-gadis langsung berteriak dramatis seperti melihat tiga bintang Korea yang baru datang. Wajar saja, mereka bertiga dulunya memang pria tampan di kampus. Tapi kegantengan Doni dan Riko tak mampu mengalahkan Kharisma Farzan. "Kita disambut meriah nih." Kata Riko. "Katanya cantik-cantik. Tapi kok gue gak lihat satupun yang cantik Iya?" Gerutu Doni. "Kalian nih, belum juga masuk, udah pada jelalatan. Jaga tuh mata." Kata Farzan. Mereka bertiga masuk kedalam Kampus. Rata-rata semua Alumni di kampus itu datang. Mungkin karena ini adalah reuni Akbar. Yang Farzan takutkan adalah jika dia bertemu dengan masa lalunya. Bugh.... "Maaf mas, saya gak lihat." Ucap seorang wanita yang telah menabrak Doni. Baru saja dikata, dan Farzan telah melihat masa lalunya didepan mata. "Hai, key.. apa kabar?" Tanya Doni. "Doni. Baik. Kamu gimana?" Tanya Keysa. "Baik. Kamu kesini sama siapa?" Tanya Doni. "Sama suami aku. Dia dibelakang. Lagi terima telepon." Ucap Keysa. Sedari tadi Keysa menatap kearah Farzan yang hanya diam tanpa menyapanya. "Hai zan, apa kabar?" Tanya Keysa. "Baik." Hanya itu yang diucapkan Farzan. Sementara Riko sudah berada didepan. Sibuk mengobrol dengan para gadis di kampus ini. "Ya udah, aku duluan iya?" Kata Doni. Doni dan Farzan masuk keruang pertemuan itu dan langsung menarik Riko yang berada ditengah para gadis. "Loe kenapa menghindar gitu. Loe masih cinta sama Keysa?" Ucap Doni. "Gue udah lupa tuh sama dia. Sejak dia ngehianatin gue lima tahun yang lalu." Ucap Farzan. "Bagus, berarti kamu udah move on dan siap mencari gadis didalam sana." Ujar Riko. Doni langsung menjitak kepala Riko. Dia meringis kesakitan. Setelah itu mereka mengambil tempat duduk paling depan. Kedua MAC sudah berada didepan. Keduanya sangat cantik. Doni dan Riko langsung melongo tanpa berkedip melihatnya. "Selamat pagi semua. Saya Zayra dan teman Saya AIDA. Kita bertemu lagi dalam rangka Reuni Akbar Kampus." Zayra berkata dengan tingkah manjanya. Dan itu membuat Doni dan Riko melotot. "Kayaknya dia Barbie-nya." Ucap Riko. "Jaga tuh mata." Kata Farzan. "Dia cakep banget zan." Kata Doni Mereka terus saja memandangi Zayra. Dari penampilannya saja, mereka tahu kalau Zayra adalah anak orang kaya. Dilihat dari Pakaiannya yang anggun dan berkelas. "Kita panggil Kak Nayra dulu iya?" Ucap Aida. Nayra maju dan mulai bergabung dengan Zayra dan Aida. "Kak Nayra mau nyanyi lagu apa?" Tanya Aida. "Ada deh, kita langsung lihat aja iya?" Bukannya Nayra, malah Zayra yang menjawab. Celoteh dua MC itu tak digubris oleh Farzan. Dia malah sibuk memainkan ponselnya. "Kita sambut , Nayra Reyhannisa Faza." Musik dimainkan, namun Farzan masih sibuk sendiri. Liujarihim qoldat tu zohiru ma fihim Pabadautu shakhson a kai atafa khar Wa zonan tu ana anni bizalika huztu ghina Fawajad tu anni kha sir fatilka mazohir La la La nahtajul ma la Kai nazdada jama la Jauharna huna Fi qalbi talala La la Nurdhin nasi bima la Nardhohu la na ha la Za ka jamaluna Yasmu yataa la Kun anta tazdada jamala Attaqabbalhum anna su lastu qalliduhum Illa bima yurdhi ni kai urdhi ni Sa akunu ana mithli tamaman hazana Fakona a ti takfini za ka yaqi ni La la La nahtajul ma la Kai nazdada jama la Jauharna huna Fi qalbi talala La la Nurdhin nasi bima la Nardhohu la na ha la Za ka jamaluna Yasmu yataa la Kun anta tazdada jamala Saakunu ana man ardho ana lan asa la liri dhohum Waakunu ana ma ahwa ana ma li wama liridhohum Saakunu ana man ardho ana lan asa la liri dhohum Waakunu ana ma ahwa ana lan ardho ana biridhohum La la La nahtajul ma la Kai nazdada jama la Jauharna huna Fi qalbi talala La la Nurdhin nasi bima la Nardhohu la na ha la Za ka jamaluna Yasmu yataa la Kun anta tazdada jamala Farzan menatap kearah wanita yang menyanyi dengan merdu itu. Ternyata wanita itu mampu menyita perhatiannya. Wanita cantik yang memakai pakaian Hijau " Gue tebak, pasti dua Barbie ini si MC sama si penyanyi itu." Tebak Doni. Farzan masih tak berkedip melihat kearah Nayra. "Terima kasih Kak Nayra." Ucap Aida. Nayra hendak pergi, tapi Aida menahannya. "Kak Nayra jangan pergi dulu. Aku masih mau tanya sesuatu." Ucap Aida. Nayra berhenti sejenak. "Gimana perasaan kalian berdua dapat julukan dua Barbie?" Kata Aida. "Apa?" Zayra tertawa. "Kita gak pernah tahu tentang julukan itu." Ucap Nayra "Senang aja, banyak yang bilang kita itu dua Barbie." Kata Zayra. "Iya, secara kalian berdua itu selalu aja berdua." Tambah Aida. Farzan masih menatap kearah Nayra. "Jaga tuh mata." Kata Doni. Dia berniat menyindir Farzan dengan kata-kata itu. "Udah gue tebak. Mereka kan dua barbie-nya." Seru Riko. "Mungkin. Dari kakak -kakak Alumni ada yang mau nyumbang nyanyi disini?" Kata Zayra. "Mungkin juga mau duet sama kakak cantik Nayra." Kata Aida. Tak ada yang berdiri. Semua hanya diam. Aida menghampiri Dekan yang memanggilnya. "Ini ada pesan dari pak Dekan. Buat kak Farzan yang katanya suaranya bagus. Yang namanya kak Farzan, boleh maju ke depan." Ucap Aida. Farzan celingukan. Sementara Doni dan Riko terus saja mendorongnya. Akhirnya Farzan berdiri dan maju ke depan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD