Bab 10

1057 Words

Malamnya Hans menggapai tangan Hana sesaat setelah tiba di rumah. "Sepertinya kita perlu bicara." Sejak berangkat kerja sampai pulang kerja, istrinya itu enggan diajak bicara kecuali sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan dan itu membuat Hans tidak nyaman. Hana menghela napasnya lalu berbalik. "Ya, kamu benar. Kita memang sangat perlu bicara." Hana sengaja menekankan kata 'sangat perlu' seolah ia juga menginginkan masalah ini cepat selesai, tidak berlarut-larut. Hana duduk berjarak dengan Hans, tangannya dilipat dan menolak menatap Hans. Ia masih kesal dengan Hans. "Mau sekeras apapun aku menjelaskan, kamu pasti tidak akan percaya." Kalimat yang dilontarkan Hans membuat Hana menoleh. "Jadi lebih baik kamu langsung ngomong sama dia." "Maksud kamu?" "Dia akan ke sini Minggu ini. Dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD