Setelah semua belanjaan selesai dibungkus rapi, mereka berjalan menyusuri koridor mall dengan masing-masing tangan membawa paper bag. Hans melirik ke arah Hana sekilas kemudian dengan cepat mengambil paper bag yang dibawa Hana. "Biar aku aja yang bawa." Hana menoleh kaget. "Loh, kenapa? Aku nggak keberatan kok. Lagipula itu bajuku sendiri." Hans tersenyum tipis, agak canggung. "Ya … Nggak apa-apa, aku pengen aja." Hana terdiam sejenak, alisnya berkerut namun tak lama kemudian bibirnya melengkung membentuk senyum kecil. "Mas aneh deh, tapi … makasih ya." Hans mengangguk dan ikut tersenyum. Mereka lalu berjalan lebih santai sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling, memantau keadaan mall yang tambah ramai padahal malam sudah datang. Namun Hans tiba-tiba berhenti. "Aku haus. Kamu haus

