Bab 18

1153 Words

Malamnya. Hana dan Hans bersiap untuk tidur. Mereka sudah naik ke atas kasur namun mereka sibuk dengan ponsel masing-masing. Beberapa saat kemudian, Hans meletakkan ponselnya ke meja lalu melirik Hana diam-diam. Namun Hana tampaknya terlalu peka, ia langsung menoleh. "Ada apa, Mas?" seolah tahu maksud dari suaminya lantas ia duluan bertanya. "Kok kamu tahu kalau aku mau ngomong?" "Feeling aja." Hans mengangguk paham. "Kamu temenan sama Lia 'kan?" Hana tampak berpikir sejenak sebelum menjawab. "Iya. Kenapa memangnya?" "Hm ... Gimana ya ngomongnya?" gumam Hans, merasa ragu, ia menggaruk kepalanya sambil membasahi bibirnya dan reaksi lucu itu membuat Hana terkekeh. "Kamu mau ngomong apa sih, Mas? ngomong aja." Hana memberi fokus penuh pada suaminya. Hans menghela napas lalu menatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD