Malam semakin larut, acara gala dinner akhirnya usai. Musik perlahan meredup, tamu-tamu mulai meninggalkan ballroom bahkan ada yang meninggalkan acara lebih awal karena ada urusan. Hans menggenggam erat tangan Hana, seolah enggan melepasnya setelah insiden dengan Friska. Begitu masuk ke dalam mobil, suasana mendadak berubah. Hawa disekitarnya terasa naik. Pengaruh alkohol masih tertinggal di tubuhnya hingga membuat kepalanya berputar tapi juga membangunkan sesuatu terpendam di dalam tubuhnya. Hans menoleh, menatap Hana dalam. Hana balas menatap, dadanya berdebar kencang. Dalam sekejap, Hans menarik tengkuk Hana mendekat, bibir mereka bertemu dalam ciuman pertama yang intens. Nafas mereka berpacu, setiap desahan bercampur dengan panasnya gairah yang selama ini terpendam. Hana awalnya ter

