Bab 55

1304 Words

"Papa ... Dia udah nggak di sini." "Hah?! maksud mama apa?" Hans menatap mamanya dengan mata tegas tak berkedip. Laura menghela napas kasar seolah berat untuk mengungkapkannya. Ia memberikan Azka ke Hana sebelum berkata. "Keadaan Papa semakin buruk, Hans. Papa bahkan hampir mencelakai Mama." Laura mulai terisak, menunduk dalam sambil mengusap wajahnya yang lelah. "Jadi Dokter menyarankan Papa untuk direhabilitasi di rumah sakit jiwa sampai kondisi psikisnya stabil." Hans membeku di tempat. Pandangannya kosong menatap ke arah mamanya yang kini menangis tertahan. Suara detak jam di ruang tamu terdengar begitu keras, seolah menandai keheningan yang menyesakkan. "Papa sampai mau mencelakai Mama? Apa sampai separah itu?" suaranya serak, nyaris berbisik. Laura menatap anaknya dengan mata ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD