Bab 43

1137 Words

Begitu William meninggalkan ruangan HRD, Hans yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok langsung melangkah masuk tanpa mengetuk. Pintu terbuka begitu saja, membuat Deni tersentak kaget. "Pa–Pak Hans, kamu kembali lagi?" ucapnya tergagap, suaranya nyaris tercekat seolah baru saja tertangkap basah melakukan kecurangan. Hans langsung mengambil duduk di sofa. Deni pun ikut duduk dengan ragu. "Apa yang Papa dan Pak Deni bicarakan tadi?" Hans sedikit memicingkan matanya, menatap lurus ke mata Deni, tanpa berkedip seolah menuntutnya untuk berkata jujur. "Hmm ... kami hanya membahas soal pekerjaan, Pak." Hans menghela napas, tatapannya dingin dan tak main-main. "Saya ke sini ingin menanyakan sesuatu. Saya ingin data Pak Andre." Deni membeku. Napasnya tercekat sesaat. Baru beberapa menit la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD