Bab 22

1158 Words

"Apa kamu mencurigai seseorang di perusahaan, Hana?" tanya William dengan sorot mata penuh keseriusan. Hana menatap mereka bergantian. "Sebenarnya aku curiga sama seseorang tapi aku tidak begitu yakin." "Siapa?" tanya Hans. Hana tiba-tiba menjadi ragu, ia melipat bibirnya seolah enggan mengatakannya dan pada akhirnya ia berkata. "Tapi, maaf aku tidak bisa mengatakannya. Aku takut ini jadi fitnah karena dugaanku belum tentu benar." "Ya sudah kita tunggu saja kabar dari orang kepercayaan Papa. Tapi, untuk saat ini Papa berencana untuk membayar buzzer, untuk menaikkan ht balasan dan lebih menunjukkan kebaikan dan kebijaksanaanmu kepada semua orang agar orang bisa menilai yang mana yang benar dan salah." "Mama rasa itu ide bagus, Pa. Biar semua orang tidak menyudutkan Hans." "Apa tidak m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD