Keesokan paginya, suasana kantor terasa sedikit berbeda. Jam baru menunjukkan pukul setengah delapan, tapi hampir semua karyawan sudah datang. Beberapa bahkan berdiri di sekitar ruang kerja Hans, sibuk menggantungkan pita biru dan balon berwarna abu-abu perak di dinding kaca. “Cepat, cepat, sebelum Pak Hans datang,” bisik Evelyn panik sambil memegang gulungan pita. Sebagian karyawan termasuk Evelyn masih menghias di dalam ruangan Hans. “Tenang, beliau masih di jalan,” jawab Hana yang sedang menata kue di meja. Hana sengaja datang terpisah dengan suaminya karena ia ingin membantu yang lain. Untungnya Hans tidak curiga. Kue itu tampak sederhana tapi elegan, tiramisu dengan hiasan bubuk kopi dan coklat batang di atasnya dan terdapat tulisan kecil di tengah: “Selamat Ulang Tahun, Pak Hans!”

