Drrtt drrrt! Hans menghentikan langkahnya saat ponselnya bergetar lalu merogoh sakunya, mengeluarkan ponselnya. Kontak mamanya tertera di layar ponsel. Tanpa banyak berpikir ia langsung mengangkatnya. "Halo, Ma," jawabnya sambil melanjutkan langkah keluar dari kantor polisi. "Apa!" Ia kembali berhenti setelah beberapa saat, dahinya langsung berkerut ketika mendengar penjelasan dari mamanya yang agak kurang jelas. "Beneran, Ma?" tanyanya seolah tak percaya dengan yang didengarnya. Ia membasahi bibirnya gugup. "Ok, aku ke rumah sekarang. Mama tenangkan diri dulu ya." Hans mematikan sambungan itu dengan hati cemas. Langkahnya yang semula tenang berubah tergesa. Ia segera menuju parkiran, menyalakan mobil, lalu melajukannya meninggalkan area kantor polisi. Sepanjang perjalanan, pikiran

