"Mas," Hana menyambut suaminya pulang, tak lupa menyalim tangan suaminya walaupun tangan satunya lagi mengendong Azka. Hans menyunggingkan senyum kecil lalu mengulurkan tangannya, menunjukkan gesture ingin menggendong Azka. Hana reflek menjauhkan Azka dari Hans. "Eh, mandi dulu, Mas." "Oh iya," Hans terkekeh kecil, lalu menepuk jidatnya sendiri seakan baru ingat. "Hampir lupa." Senyum khasnya muncul. "Papa mandi dulu ya, sayang." Nada suaranya melembut saat berbicara pada Azka hingga membuat bayi lucu itu menoleh, menatapnya dengan tatapan polosnya. "Nanti kalau udah mandi, kita makan malam bareng ya Mas!" seru Hana saat Hans sudah melangkah jauh. "Siap sayang!" balasnya tak kalah keras. Hana menyunggingkan senyumnya lalu menutup pintu. Angin malam berhembus kencang dan itu tak baik

