Lelaki itu terlihat sangat murka saat mendengar ucapan Asih. Ia segera membuka kenop pintu secara paksa, dan sesuai informasi yang didapat barusan pemandangan itu terlihat sangat menjengkelkan di matanya. “De!” bentak lelaki itu pada istrinya. Asih yang berjalan jauh di belakang langsung berlari ketika mendengar teriakan majikannya. Karena yang dipanggil tidak merespon, Aiden langsung menarik selimut itu. Dan terlihat Dea yang mengerjapkan matanya sebentar lalu kembali terlelap. Aiden merasa usahanya sia-sia. “Katakan pada Lastro untuk stand by di mobil. Buatkan bekal untuk perempuan sialan ini juga!” perintah Aiden yang langsung membotong istrinya. “Baik Tuan!” jawab Asih dan langsung menuju depan rumah dengan tergesa-gesa. Karena sedang membawa beban, langkah Aiden semakin memendek.

