24

1173 Words

“Ngomong-ngomong, bukankah kamu ke sini karena ada masalah? Bagaimana kalau kita bahas sekarang,” ucap Wijaya. ‘Akhirnya! Setelah drama merepotkan, akhirnya ayah mertua membicarakan tujuanku kemari tanpa harus memberi kode,’ senang Aiden dalam hati. Namun, dia berusaha membuat ekspresi senetral mungkin agar tidak terkesan mengemis. “Benar Pa.” “Baiklah, kita bicarakan di ruang keluarga saja.” Wijaya langsung beranjak dari meja makan, dan Aiden mengekorinya dari belakang. Selama kaki melangkah, ingatan Wijaya kembali pada satu tahun lalu. Di mana ia sibuk menjodohkan putrinya pada beragam calon. Namun, tak ada satupun yang cocok. Ditambah keadaan semakin parah. putrinya harus bolak-balik ke psikiater demi tenangnya emosi yang membuncah. "Apa tidak bisa sembuh total?" tanyanya pada psi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD