“Maaf Madam. Saya segera mencari tahu. Tolong jangan keluar dari mobil.” Toni menatap serius ke arah Dea. “Apapun yang terjadi, tolong jangan keluar.” Wanita itu hanya diam tak menjawab permohonan supirnya. “Saya mohon,” mohon Toni dengan wajah memelas. “Oke. Hati-hati.” Lelaki itu menganggukkan kepalanya dengan tegas. Sorot matanya tampak membara, sedangkan Dea dipenuhi rasa khawatir. Ia melihat dengan serius interaksi antara Toni dan dua laki-laki yang menghadang mereka. Orang asing itu membawa benda tumpul semacam pemukul kasti. Sedangkan Toni terlihat bersiaga. “Sebenarnya ada apa? Kenapa hidupku tidak tenang seperti ini!?” kesal Dea. Ia menduga akan terjadi perkelahian di sana. “Apa dia akan baik-baik saja melawan dua orang itu?” Toni sedang adu mulut dengan salah satu orang it

