Butuh seperkian menit untuk Bella menyadarkan dirinya. “Astaga! Aku sangat terkejut sampai mematung seperti ini.” Wanita itu langsung menuju ruang kerja dan menyiapkan berbagai tugas yang harus dikerjakan bossnya. “Siapa perempuan tadi? Aku tidak pernah melihatnya,” gumam Bella. Meskipun tangannya sibuk mengatur komputer dan beberapa laporannya, tapi pikirannya masih tertuju pada wanita yang digendong Aiden. “Apa persiapannya sudah selesai?” tanya Aiden yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja. Di belakang ada Sinta yang membawa minuman. “Sudah Mr.” Bella sedikit terkejut. “Baik.” Aiden langsung duduk di kursi kerjanya, Sinta undur diri setelah menaruh kopi hitam di meja kerja Aiden. “Hanya ini saja pekerjaanku hari ini?” tanya Aiden. “Iya Mr.Aiden. Apa anda ingin mengerjakan pekerjaan b

