Chapter 56

1574 Words

"Kami mendapat rekaman penyadapan di ponsel Bernardo bahwa dia ingin nyawa tuan Ben sesegera mungkin," ujar Miki. Aqlam menatap serius ke arah Miki cukup lama, lalu seulas senyum tipis menyeramkan tercetak, "Maximiliano Diaz, sebelum dia bertindak, aku sudah pesan tempat neraka untuknya," suara dingin itu terdengar. Miki mengangguk mengerti, itu berarti tuan mudanya akan mengambil nyawa pria malang yang bernama Maximiliano itu. Sayang sekali, tuan mudanya bukan lagi anak remaja yang selalu senyum ceria kepada siapa saja, tuan mudanya kini telah menjelma menjadi sosok dewa pencabut nyawa bagi orang yang telah mencelakai nona Chana–kekasih tuan mudanya. Karena mereka itulah, nona Chana tak dapat lagi menggunakan kedua tangannya. Jangan salahkan tuan mudanya, karena tuan mudanya hanya ingi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD