BAB 23

1094 Words

Haram Memiliki Anak 23 . Hening. Riuh suara pengunjung berubah seperti sebuah melodi yang membuat jantungku bergemuruh. Apa yang sebenernya aku harapkan? “Mas—” Clara kembali dari toilet. Kedatangannya membuat Mas Kisam urung bicara. Benar-benar tidak tepat kedatangannya kali ini. “Kok, diem? Ngomongin apa, sih?” “Nggak ngomongin apa-apa. Anak kecil mau tau ajah.” Mas Kisam menyesap jus alpukat kesukaannya. “Dih! Clara udah gede. Kalau Kak Citra nggak mau jadi istri Mas Kisam, biar Clara ajah.” Mas Kisam terkekeh. Aku merengut kali ini. Clara bener-bener menguji kesabaran. Entah kenapa aku menjadi nggak mood. “Cieee cemberut cieeee. Cemburu, ya,” ledek Citra. “Ihh, apaan, sih!” Aku memalingkan wajah. “Tuh, Mas. Sama adiknya sendiri ajah cemburu. Udah resmikan ajah hubung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD