BAB 22

1119 Words

“Ishhh! Apaan sih itu Mella. Genit banget!” Clara menghempaskan tubuhnya ke kursi. Tak terasa, dua tahun berlalu begitu saja. Kini, Clara sudah kuliah. Dia mengambil jurusan hukum dan bekerja bersamaku di kantor Mas Kisam. Seperti yang Mas Kisam pinta, aku bersama Clara juga Ibu sama Bapak pindah ke rumah di dekat kantornya. Aku dan Clara mencicil rumah itu dan sekarang sudah atas namaku. Tadinya aku ingin atas nama Clara saja, tapi dia nggak mau. Bapak sama Ibu juga menolak atas namanya dengan alasan aku dan Clara-lah yang mecicil. “Kakak, sih!” Clara masih menggerutu, “udah dua tahun, loh! Kapan sih Kakak sama Mas Kisam nikah? Nunggu apalagi coba? Kalian itu saling membutuhkan. Ntar keburu direbut sama si Genit loh Mas Kisam-nya.” “Apaan, sih, kamu.” Aku tak dapat menahan senyuman m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD