Ya Allah! Lengan dan bahuku sakit. Lantaran panik, aku tiba-tiba nekat melompat dari motor yang melaju kencang. Rasa asin memenuhi mulut, bibirku pecah sepertinya. Pria paruh baya yang tadi memboncengku hanya menoleh sebentar, kemudian kembali melaju tanpa memedulikanku. Siapa dia sebenarnya? Kenapa berbuat begini padaku. Aku mencoba mencari-cari dompet tempat menyimpan ponsel. Entah terlempar ke mana. Kakiku sakit, sakit sekali. Mungkin terkilir. Dompet juga tidak kelihatan karena gelap. Tubuhku jatuh terperosok ke semak belukar di sisi jalan. Agak menjorok ke bawah. Tanpa lampu jalan, pengendara yang lalu-lalang tidak bisa melihat. Kalaupun ada yang melihat, mungkin mereka pikir aku hanya orang kurang waras. Jalan ini juga bukan jalan utama, lalu lintasnya tidak terlalu ramai.

