BAB 11

1084 Words

Aku tidak bisa tidur. Pikiranku terus memikirkan Mas Fauzi. Aku tidak habis pikir, kenapa Mas Fauzi begitu tega membohongiku selama bertahun-tahun. Mas Fauzi sudah memiliki anak? Anak dari wanita lain! Kalau saja hanya kebohongan yang selama ini Mas Fauzi sembunyikan, mungkin aku masih bisa memaafkan. Namun, kenyataannya Mas Fauzi juga sudah menggugurkan darah dagingnya sendiri—anaknya sendiri. Rasanya aku begitu sulit untuk melupakan hal ini. Prang! Terdengar suara kaca pecah dan ribut-ribut di luar. Ada apa? Aku bergegas merapikan jilbab dan keluar kamar. Bu Rahma menghampiri, wajahnya kelihatan gelisah. Bulir-bulir keringat menghiasi jidat keriputnya. “Ada apa, Bu?” tanyaku, bingung. Dua orang pria berbadan tegap menghampiri kami. Salah satunya yang berambut cepak berbicara. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD