Liburan Tahun Baru Abu Abu

1065 Words
Aku memutuskan untuk balik ke kos karena senin besok aku sudah harus kerja freelance lagi karena saat itu aku sudah skripsi dan butuh banyak uang untuk penelitian jadi udah hampir setahun aku bekerja freelance. Ya di kos aku bakal sendirian bagiku tidak masalah karena aku bukanlah orang yang penakut. "Ma pa Elena besok harus kembali karena ada kerjaan" "Kamu baru tiga hari di rumah nak. Apa yakin kamu akan kembali ? Biasanya liburan akhir tahun begini kamu pulang lama di rumah." "Ya ma aku ada kerjaan yang harus ku selesaikan dan supaya cepat wisuda karena sudah masuk bab 4 dan 5 skripsiku" "Ya sudah kamu hati-hati ya di jalan. Jaga kesehatan" "Terima kasih ma" Aku tidak cerita kepada mama dan papa soal masalahku ini. Bagiku mereka hanya boleh tau kalau aku berhasil. Kalau begini aku sedih mereka tidak boleh tau. Dari pada aku menangis di rumah mending aku balik kos sehingga tidak ada yang tahu kesedihanku. **** Aku membuka pintu gembok gerbang kos yang menggunakan sandi/kode. Maklum penghuni kos wanita ini ada 10 dan tidak mungkin semua duplikat kunci. "Hi Elena, kok kamu sudah balik cepet banget mudiknya" "Ya mba Rani.. Aku putus sama Darian mba" "Bukannya sebelum kamu mudik masih baik-baik aja ya" "Ya mba. Sebelum itu" "Gimana hubunganmu dengan Bowo mba ?" Mba Rani beberapa bulan sebelumnya hampir bunuh diri karena berantem dengan Bowo pacarnya. Aku mengenal mba Rani dadi awal kuliah dan kita kos bersama. Dia memang cantik dan banyak cowo suka sama dia. Sedangkan Bowo sudah ku kenal karena dia dulu kos di sebelah kosku. "Ya baik-baik aja kok" "Bowo sedang mudik jadi aku sendirian sejak kemarin El" "Takira kamu mudik juga mba, soalnya aku pikir bakal sendirian di kos" "Enggak kok. Kenapa kamu balik sangat cepat" "Biasa mba kerjaan freelanceku. Biar skripsinya cepet selesai hehe" Mba Rani memang dikenal sebagai mahasiswa abadi karena saat ini dia masuk semester 11 dan belum mengerjakan skripsinya. Sedangkan aku masih semester 7. **** Aku masuk ke kamar kos ku dan mulai membuat permintaan permintaan dan mimpi mimpiku. Kadang aku menangis karena aku merasa tidak punya arah sama sekali. Aku mulai memberanikan diri untuk menulis cowo impianku pada sticky notes bergambar emoji dan aku tempel pada papan di kamar. "Cowo kaya apa ya yang aku pengin" "Yang pasti GANTENG" "TINGGI" "PUTIH" "BAIK" "SETIA" "Kayanya ini sudah cukup deh gak usah macem macem deh karena tidak ada cowo yang sempurna di dunia ini" Aku melajutkan membuka buka hp ku. Ya aku memang sangat suka bermain hp dan laptop walaopun hanya buka buka menu karena gabut tapi whatever lah. Tiba tiba ada pesan text masuk Hi Elena Hi mas Raiza Ada apa ya mas ? Liburan ini kamu mudik gak ? Aku baru balik ke kos mas habis mudik karena ada kerjaan freelance.. biasa.. Kamu freelance dimana hari ini ? Di jalan Rambutan mas. Oh berati dekat kantor mas donk. Aku traktir makan mau ? Mas Raiza adalah salah satu GM di perusahaan perbankan di dekat jalan Rambutan. Dia berbadan kekar dan sepertinya orang yang suka berolahraga. Sayang dia duda beranak satu. jadi aku tidak begitu tertarik. Dari pada aku sedih kepikiran mantan-mantan aku gak papa deh aku terima ajakan mas Raiza. Ya mas boleh. Tapi nanti aku cuma bisa sebentar gak papa ya mas. Ya sebentar aja sama kamu udah bikin mas seneng kok. Soalnya kamu type orang yang bisa bikin orang merasa lebih nyaman. Haduh aku tidak mempan dengan rayuan-rayuan mas Raisa maklum lah dia sudah pro dalam hal itu. **** "Elen, hp kamu baru ya.. Bagus ya" "Ya begitulah mas" "Wah bagus banget kameranya, boleh aku liat gallerynya ?" " Ya mas silahkan" Wajar lah dia seorang GM dan dulunya marketing. Itu adalah pintar lidah dia untuk merayu aku. "Kamu nulis ini di tembok kamarmu El ?" "Ya mas" "Kamu membuat afirmasi?" "Kamu tau itu mas ?" "Ya gak papa El bagus itu semoga mimpimu terwujud dapat cowo yang kamu mimpikan" "Makasih mas" "Ngomong-ngomong hari ini mas terakhir di kota ini makanya mas minta ketemu dengan Elena. Besok mas harus pindah ke Jakarta" "Ya mas. Aku 15 menit lagi harus kerja mas jadi aku pamit dulu ya mas." "Gak ada kata-kata yang kamu pengin ucapkan buat aku El ?" "Enggak mas" "Sepertinya anakku bakal suka sama kamu, kamu type ibu yang baik" Aku buru-buru pergi ke tempat kerja karena takut telat. Aku jujur tidak terlalu suka dengan anak kecil dan cara mas Raisa mengejarku. Aku takut dengan dia. Untung masih ada kesibukan sehingga aku tidak terlalu memikirkan patah hatiku. ***** Malam sampai di kos aku sudah tidak video call lagi dengan Mr. John. Dia sudah tidak bisa di hubungi. Mas Darian pun sudah memblokir nomor aku. Hal tersebut membuatku tetap berfikir positif aku mengerjakan dan menganalisa skripsiku sampe larut malam. Pagi aku ke kampus untuk bimbingan, siang aku kerja, dan malam aku menyelesaikan revisi skripsiku. Begitu liburanku di kos ditemani mba Rani kamar sebelah yang dia sibuk dengan pekerjaan tambahannya sebagai sales. Tiba tiba telponku bergetar. Aku melihat nama Roni yang menelponku. Aku tidak mengangkatnya sampai lama tapi dia terus menelpon jadi aku mengangkatnya "Halo" "Hi Elena gimana kabar kamu" "Baik" "Aku minggu depan ada acara sama temen di deket kampusmu, boleh gak aku ketemu kamu" Sejak kejadian itu aku memang menghindari dia dan tidak pernah membalas pesannya. "Maaf minggu depan aku harus ke jogja untuk penelitian jadi aku tidak bisa ketemu kamu" "Yaudah deh kalau kamu tidak mau ketemu aku" "Ya.. maaf ya" Seumur umur aku pacaran tidak ada yang main belakang kecuali Roni di TNI AL itu. tapi sudah lah lupakan. Aku lanjut membuka buka hp ku. Aku menemukan ada seorang cowo yang membuat status "Gong Xi Fat Cai" lantas aku mengkomen statusnya "Apakah kamu keturunan Tiong hoa ?" "Ya emang kenapa ?" "Selamat tahun baru imlek ya" "Terima kasih" "btw kamu yang kampusnya deket kampusku kan?" "Iya. btw kamu non muslim ya?" "Iya" Aku memang di doktrin untuk tidak boleh dekar dengan cowo non muslim. Walaupun cowo keturunan tiong hoa itu non muslim tapi dia ada di kontaku sejak lama ya hanya sebatas teman aku tidak pernah berharap lebih. Dia bernama Kevin. Dia mahasiswa universitas sebelah kampusku jurusan ekonomi semester 9. Aku tidak mau dekat dengan dia dan aku tidak mau tau dengan dia juga. Siapa dia aku tidak kenal walaopun di foto profilnya dia terlihat seperti artis papan atas yang sering muncul di TV atau seperti boy band Korea.. Hahaha..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD