Tidak ada baju bagus yang aku punya. Aku memakai baju yang menurutku lumayan warna merah hati dengan gambar bintang di tengahnya dan kain belakang yang menjuntai.
Rambutku memang panjang bahkan sampai pinggang. Weekend itu teman-teman kosku pergi semua dengan pacarnya masing-masing. Di depan kos ada kursi tamu yang tebuat dari ukir jati biasa dipakai buat pacaran temen-temen kosku. Kevin datang sore hari saat langit mulai rintik rintik meneteskan grimis grimis kecil romantis.
"Hi vin kamu datang juga"
"Ya tapi ini mau hujan aku gak bawa jas ujan len"
"Yaudah kita pergi nunggu hujan reda ya"
Mendadak hujan turun dengan sangat deras. Di kos itu hanya ada aku dan Kevin berdua dan suasana yang tadinya panas menjadi dingin.
"Len aku selalu bawa kartu di tasku. Yuk kita main kartu dulu. Temen-temenmu kemana len?"
"Mereka pada pergi vin biasa lah ni kan weekend pada pacaran"
"Kamu slalu kalah main kartu sama aku"
"Padahal waktu kecil aku slalu menang loh"
"TV nya boleh gak dinyalain?"
"Boleh vin"
Aku tidak terlalu suka nonton TV. Bu kos ku memang memberikan fasilitas TV di ruang tamu kos tapi aku tidak suka nonton tv jadi aku menjadi bosan
Tiba-tiba kevin mencium dahiku. Aku kaget dan melihatnya sambil diam. Tapi dia malah menciumku awalnya aku diam saja dan tidak membalasnya namun ciumannya semakin panas jadi aku tak kuasa membalasnya.
Setelah lama kami berciuman akhirnya Kevin menghentikan ciumannya.
"Len ternyata ciuman enak ya ?"
"Emang"
"Kamu udah pacaran berapa kali ?"
"Tiga kali. Aku baru saja putus beberapa bulan lalu. Emang kamu belum pernah pacaran ?"
"Belum. Aku pengin pacaran sekali dan nikah sekali"
"Serius kamu belum pernah pacaran ?"
"Serius"
"Tadi itu your first kiss ?"
"Ya" jawabnya lirih
Aku gak tau harus gimana. Aku juga gak mudah percaya sama orang. Jadi aku anggep aja omongannya bener walo aku gak percaya seratus persen karena aku sudah patah hati yang teramat sangat. Ditambah lagi Kevin berbeda keyakinan denganku jadi aku hanya menganggapnya teman tapi mesra.
"Vin temenin aku sampe wisuda ya. Aku cuma pengin punya temen cowo saat wisuda nanti. Habis itu terserah kamu"
"Ya" jawab kevin lalu dia mencium pipiku dengan penuh kelembutan
"Vin yuk kita makan deket sini ada bebek goreng enak banget"
"Serius ?"
"Serius lah"
*****
"Len besok kamu ada kerjaan gak ? Aku besok ada kerjaan sampingan deket sini. Selesai kerja aku mau ngajak kamu makan bareng"
"Ya aman kok. Bebas santai.. hehe"
Aku tidak menyangka deket dengan cowo yang beda keyakinan ini. Memang aku tidak menganggapnya lebih, aku hanya menganggapnya sebagai temanku saja. Aku sadar perbedaanku dengan dia sangat jauh dan dia sangat baik sama aku. Terlebih lagi di usianya yang mau 24 tahun dia belum pernah pacaran. Kok ada sih malaikat sebaik ini. Tapi aku juga tau masa depanku dengan dia tidak ada. Kalopun dilanjut nanti aku yang akan sakit sendiri karena ujung-ujungnya kami pasti berpisah.
*****
Tiba-tiba Kevin datang di tengah hujan yang sangat deras hari itu hari minggu semua teman-temanku pasti sedang pacaran dan gak tau entah sekarang mereka pada dimana. Kevin menggunakan baju batik hitam dengan jas diluarnya. Terlihat sangat elegan dan berkelas.
tin tin tin
"Hujannya deras banget ni aku bawain kamu makan"
Aku langsung keluar dan menemuinya lalu mengambil makanan yang dia bawa makanan pesta orang kaya dari hotel berbintang pastinya enak. Aku juga diberi sovenir mahal orang orang kaya dari tempat dia bekerja.
"Kamu bawa makanan banyak banget"
"Kamu sudah laper kan. Pasti temen-temenmu pergi sama pacarnya soalnya ini kan hari minggu"
"Kamu tahu aja"
"Ya wajarlah namanya juga anak muda"
Tiba-tiba dia menciumku lagi. Aku kaget dengan tingkah dia. Aku semakin deg deg an dan perasaan yang macam-macam. Semua jadi satu.
*****
"Len tumben kamu nyuci motor pagi pagi gini" Tanya mba Rani kepadaku
"Maklum mba single gak ada yang nyuciin motor hehe"
"Lah mas sipitmu kemana ?"
"Gak tau lah mba aku sama dia kan gak ada hubungan apa-apa."
"Tapi akhir-akhir ni kamu sering kan pergi sama dia"
"Ya mba tapi aku gak ada hubungan apa-apa mba sama dia serius deh"
"Hari ini kan valentine kamu gak pergi len ?"
"Pergi sama siapa mba kan aku gak punya cowo"
"Sama mas sipitmu yang putih itu lah"
"Duh gak enak mba aku bukan cewenya. Mba aja yang valentine an sama mas Bowo"
Tiba tiba mas Bowo datang dengan motornya.
"Asalamualaikum"
"Walaikum salam"
"Tumben len kamu nyuci motor"
"Iya ni mas aku lagi gledek dia suruh pergi dengan mas yang putih itu" ucap mba Rani.
"Ah nggak ah mba mba Rani aja sama mas Bowo yang ngedate sana. Masa Valentine gak ngedate sih"
"Bagaimana kalo kita double date el ?"
"Maksudnya"
"Aku sama mas bowo kamu sama mas putih itu"
"Kamu chat dia aja ada acara apa nggak hari ini"
"Lah kalo chat gitu aku berani mba"
"cepetan deh"
Aku belum selesai mencuci motor lalu aku lanjut mengambil hp dan mengirim pesan ke Kevin
"Hi"
"Gimana len ?"
"Kamu hari ini acara gak ?"
"Gak ada sih. Apa kamu mau aku ajak jalan len ?"
Aku kaget dengan petanyaannya. kebetulan sekali mba Rani ngajak double date jadi aku kasih tau aja sekalian niatan mba Rani.
"Mba Rani ngajak makan di mall sama mas Bowo. Kamu mau ikutan ?"
"Ya boleh. Nanti kamu samperin aku ditempat aku biasa main game ya!"
"Oke"
Aku lalu lari ke arah mba Rani dan Mas Bowo berada sekaligus melanjutkan untuk mencuci motor.
"Mba.. "
"Kenapa ?"
"Kevin malah ngajak aku jalan mba"
"lah kan apa ku bilang El. Dia tu suka sama kamu"
"Tapi kita beda keyakinan mba aku tetep mau jaga jarak sama dia aku gak mau jatuh"
*****
"Mau pada makan apa nih ?"
"Terserah yang penting enak"
Kami berempat makan makanan bento ala ala Asia di food court mall tengah kota. Itu adalah kali pertama aku makan yang menurutku makanan mahal karena mas Darian tidak pernah mengijinkanku makan makanan mall katanya dia gak mau membuat orang yang sudah kaya tambah kaya.
Aku pun tidak mengerti bagaimana cara makan makanan tersebut aku melihat cara makan mba Rani dan Kevin dan memperhatikannya. Selesai makan kami menuju taman untuk duduk duduk. Tiba-tiba Wening kirim foto ke aku.
Foto dia bersama mas Roni di pantai tempat mas Roni nembak aku waktu itu.
Aku tadi habis jalan jalan sama mas Roni ke pantai
Ya aku juga habis dinner di mall makan makanan bento
Aku kirimkan foto makanan yang tadi aku makan bersama mba Rani juga. Untung aku sempat mengambil foto makanannya walaopun aku tidak mengambil foto bersama Kevin. Maklum lah aku sama dia memang hanya sebatas teman.
Udah deh jangan pamer sama aku lagi. Aku udah bahagia sekarang.
Rani adalah orang desa. Di desa tempat aku tinggal tidak ada mall apa lagi kafe. Yang ada hanya pasar. Percuma juga aku ngomong sama Wening dia cuma pengin bikin aku padahal aku tidak iri sekali. Dia sangat menyebalkan.