Mencoba Setia pada Satu Cowo

911 Words
Mungkin aku memang orang yang bisa dibilang play girl. Tapi menurutku sudah wajar karena usiaku sudah 22 Tahun dan sebentar lagi aku wisuda. Aku memang bisa dibilang mahasiswa yang berbakat tapi aku tidak bisa hidup sendiri tanpa di motivasi oleh kekasih. **** Seperti biasanya setiap malam saya selalu video call dan chat dengan mas bule. "John" "Yes" "I found your GPS from UAE" "You tracking me?" "Yes, i am an IT student" "I am in UAE right know and i will visit you after new year" "But we have so many different gaps you know" "Yes i know" "I have many colleagues here from Indonesia too. It doesn't matter" "Yes but not for me. We are in different culture, and we live far far away. Its not about me, but my family." "You want us to break up?" "Yes i can not live like this anymore. I am almost 22 and have to marry" "I will marry you, i never have a girlfriend like you" "But i can't. I want to marry a person who can communicate with my family" "I will learn Bahasa Indonesia, you can teach me" "I already teach you but its not easy for you. I am sorry john" "So you tell me to marry another girl" "Yes" "If that what you want, you know me well. I will not contact you anymore" "Ok be happy. We are 10 years old gap away. You have to marry. Don't wait for me. Okay !" "Ok. Hope you find your dream as you always tell me about" "Thank you" Setelah dua tahun lebih aku menjalin hubungan long distance relationship dengan seorang bule akhirnya pun kandas. Aku pengin jadi baik dan aku melepas satu persatu cowo cowo baik yang selama ini menemaniku. Sedih.. ya itu pasti.. ***** Kala itu jam 9 pagi aku sudah bersiap dengan sepatu cats dan ransel yang berisi laptop untuk mudik ke kampung halaman. Aku naik bis dan perjalanan sekitar 8 jam. Biasanya saat mudik aku ditemani chat atau telpon dari mas bule tapi kali ini sepi. Nanti sampe kampung halaman aku akan di jemput oleh mas TNI ku. Mulai saat ini aku pengin jadi orang yang setia. Disisi lain aku teringat Darian yang memang slalu baik selama 3 tahun bersama. Dia sedang apa aku juga tidak tahu. ***** "Aku sudah di depan terminal" "Ya aku sebentar lg sampai. Tunggu sebentar ya!" "Hallo mas Roni.." "Hii.. kamu sampai juga.." "Jadi kita langsung main ke laut nih" "Jadi donk kan aku udah nungguin kamu dari tadi" "Kamu pulang kapan dari markas angkatan khusus ?" "Kemarin" Aku melihat ke arah motor gede nya yang tertulis nama pasukan khususnya pada motor yang dipakai nya. Cutting setiker itu tertulis dimana-mana. Mungkin dia memang sangat bangga pada pekerjaan dan pasukan khusus yang dia punya saat ini. Wajar sih.. hehe.. **** "Mas aku haus, boleh gak berhenti sebentar aku mau beli minum" "Di toko yang sana aja ya" "Ya gak papa. btw kamu mau minum apa ?" "Terserah kamu aja" Waduh ini aku emang sengaja ngetes mas Roni dia memang gak sadar apa gak peka sih. Banyak cowo yang pengen deketin aku mereka semua baik dan mau modal. Lah ini gak ngasih aku apa apa bahkan sebotol minuman dingin pun aku beli sendiri padahal aku kan capek. "Nih buat kamu" "Kamu simpen dulu ya di tas kamu nanti aku minum kok" "Ok deh" ***** Di pantai yang cantik dan penuh dengan pohon kelapa serta cemara angin bertiup sangat kencang. Aku duduk di kursi pinggir warung yang ada payung cantik di bibir pantai sambil minum minuman yang aku beli tadi. Memang aku baru dekat dengan mas Roni belum lama walao dulu dia teman SD dan SMP ku. Waktu SMA dia pernah mengajakku ke pantai yang sama namun aku tolak. "Elena" "Ya mas. Gimana ?" "Kamu serius sama aku kan? Aku udah bosen pacaran. Umurku sudah 23 tahun jadi aku pengin menjalin hubungan yang serius" "Ya sama aku juga pengin karena aku bentar lagi wisuda. Oh ya kamu janji kemarin mau kasih aku foto pedang pora di acara nikahan temenmu saat kamu pakai seragam" "Ngapain kalao cuma foto. Nanti kita pakai seragam dan foto bersama ya" "Serius" Wah dia membuatku sangat bahagia.. Dia kemudian menekuk kaki kirinya ke tanah yang bercampur pasir di pantai dan kedua tangannya memegang kananku. "Elena" "I love so much" Hatiku rasanya berdegub sangat kencang. Aku seakan terbang ke ruang angkasa. Dibawah pohon-pohon kelapa yang melamba di bibir pantai ini adalah moment yang sangat so sweet. Tiba-tiba di mencium tanganku. Aku hanya terkagum dengan reaksinya ini. "Kamu beneran sayang aku mas?" "Ya kalo nggak ngapain aku bagini" "Apa aku butuh bukti ?" "Mau bukti apa?" Aku mendadak tertarik dengan kalung berwarna perak di lehernya dimana ada liontin yang khas biasanya dipakai oleh para TNI. "Aku mau kalung yang kamu pakai" Tiba tiba dia melepas kalungnya dan memakaikannya padaku. "I love you Elena, jangan kaya dulu lagi ya kabur-kabur terus" "Ya mas. btw ni sudah sore kamu mau anterin aku ke rumah ?" "Mau tapi aku tidak bisa mampir" "Kenapa ? Aku belum pernah bawa cowo ke rumah loh mas." "Aku belum siap lain kali ya" "Serius ? Yaudah deh kalo begitu. Bentar lagi tahun baru kamu ada acara nggak ?" "Kamu mau pergi kemana pas tahun baru ?" "Nanti kita nonton ya" "Oke nanti kita nonton pas tahun baru. Siang kan ?" "Ya lah aku gak bisa pergi malam tahun baru masa cewe baik baik pergi tengah malam sih" "Oke"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD