Part 36 Di Rumah Mertua

1735 Words

"Senang melihatmu menyukai makanan ibu." Maira meneguk air yang tersaji dalam gelas. Ia memandang Jimin yang mengusap bibirnya dengan saputangan. "Masakan ibu enak. Pantas saja Naira juga jago masak," puji Jimin. Netranya pun melirik Naira yang kini sudah memasukkan suapan terakhirnya. "Naira sangat mandiri. Sejak kecil karena ibu sakit-sakitan, dialah yang mengurus segalanya. Ibu hutang budi sama dia." "Ibu ...." Naira menyentuh tangan Ibunya. "Mana ada Ibu hutang budi sama anaknya. Ity terbalik, Bu. Apa pun yang Naira lakukan untuk Ibu dan Tony, tetap tak akan bisa membalas hutang kelahiran Naira ke dunia ini. Berkat Ibu, Naira bisa ada di dunia ini, bisa hidup bahagia, bisa bertemu dengan Jimin. Semua adalah doa dan restu dari Ibu." "Naira benar, Bu." Jimin menimpali. "Jika Ibu tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD