Part 26 Hari Yang Panas

1661 Words

Naira masih meringkuk di balik selimut ketika Jimin membuka gorden jendela. Pria itu menguap lebar, lalu melirik istrinya. Ia pun melangkah mendekati ponsel di atas meja bundar tak jauh dari ranjang. Langkah Jimin pelan menuju balkon. Membiarkan dirinya hanya memakai celana boxer. Tangannya mengambil baju yang masih tercecer di lantai dan meletakkannya di tepi ranjang yang baru dilewatinya. "Aku tahu kau yang datang menemui istriku di kantor. Apa sekarang kau juga mengikuti kami?" tanyanya langsung saat panggilan teleponnya dijawab oleh lawan bicaranya. "Tentu saja, Jimin Sayang. Memangnya kau pikir aku akan membiarkanmu bebas bersenang-senang dengan wanita yang mirip pembantu itu." Jimin tersenyum tipis. "Jangan menghinanya, bagaimanapun dia istriku. Katakan di mana kita bisa bertemu?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD