Kediaman Daffa..
Di Ruang Tv..
"Duh mana lagi berkasnya tadi, ini semua gara-gara Reno, istri saya juga takut pada saya, nah ini dia sudah ketemu, saya lanjutkan kerja di kamar saja deh.." Daffa mencari dokumen penting miliknya.
Keesokan Harinya..
Di Meja Makan..
"Morning sister in law.." sapa Daffi.
"Morning brother-in-law.." sapa Titah juga.
"Good morning, dear.." sapa Reno.
"Aunt.." Anna memanggil Titah dan menghiraukan sapaan dari Reno.
"Yes Anna, why?" tanya Titah.
"Boleh tidak Ana duduk disebelah tante dan om?" tanya Anna.
"Boleh dong, boleh kan mas?" tanya Titah lagi.
"Tentu saja sayang, sini duduk di sebelah tante mu." jawab Daffa.
"Terimakasih tante.. Terimakasih om.." kata Anna.
"Sama-sama Anna.." kata Titah dan Daffa bersamaan.
"Ya sudah sekarang kita sarapan pagi, Reno kenapa kamu berdiri di sana, duduk dong.." pinta pak Faisal.
"Iya akung.." kata Reno patuh.
Kediaman Pak Andi
Di meja makan..
"Pokonya hari ini saya harus ke kantor Reno, minta penjelasan soal semalam." kata Natasha.
"Permisi non, ini susunya." kata bi Sumi.
"Oh iya terimakasih bi.." sambung Natasha.
"Muhun sami-sami non, punten.."
Kediaman Daffa
"Alhamdulillah...." semua yang ada di meja makan mengucapkan rasa syukur.
"Oh ya sayang, saya berangkat ke kantor ya, Daffi, Reno ayo berangkat, kita ada meeting lho hari ini.." kata Daffa yang akan pergi ke kantor.
"Iya Daffa, Reno berangkat bareng papa atau berangkat sendiri?" tanya Daffi.
"Berangkat sendiri pah.." jawab Reno.
"Oh ya kakung, uti. Anna berangkat kuliah ya." pamit Anna pada pak Faisal dan ibu Fatma.
"Anna tunggu pah, mah.. Titah juga berangkat kerja ya." sambung Titah.
"Iya, kalian berdua hati-hati ya." kata ibu Fatma.
"Iya pah.." seru Anna dan Titah bersamaan.
"Assalamu'alaikum.." Titah dan Ana memberikan salam pada pak Faisal, ibu Fatma dan Reno.
"Wa'alaikumussalam.." pak Faisal dan Reno menjawab salam dari Titah dan Anna.
"Reno jangan berangkat dulu ya kamu, ada yang ingin kakung bicarakan dengan kamu.." pinta pak Faisal.
"Tapi kung, saya harus mengejar Anna sekarang.." Reno mencari alasan agar tidak di marahi oleh kakeknya.
"Tunggu Reno, menurut akung biarkan saja dulu istrimu sendiri, kamu ikut akung sekarang.." pinta pak Faisal lagi.
"Baik akung.." kata Reno patuh.
Di Ruang Kerja pak Faisal..
"Duduk kamu.."
"Iya kung.."
"Ini kamu pegang, jangan kamu buka sebelum Anna dan kamu pulang, kamu simpan dan lebih baik kamu taruh di kamar saja, biar lebih aman." pak Faisal memberikan sesuatu pada Reno.
"Iya kung, tapi ini apa ya kung?" tanya Reno.
"Nanti kamu juga tahu, pokoknya kamu jangan buka dulu ya sampai Anna dan kamu pulang ke rumah. Oh ya satu lagi Reno." jawab pak Faisal.
"Apa itu kung?"
"Bawa calon istri keduamu ke rumah ini ya, bilang kakung mengundangnya untuk makan malam bersama."
"Iya kung, kalau begitu Reno berangkat ke kantor ya." pamit Reno.
"Iya.."
"Assalamu'alaikum.." Reno memberikan salam pada pak Faisal.
"Wa'alaikumussalam.." pak Faisal menjawab salam dari Reno.
"Semoga ini jalan terbaik, Reno harus memilih antara Anna istrinya atau perempuan itu, ya Allah saya meminta bantuan darimu, bismillah." pinta pak Faisal.
PT DAFFA MAHA KARYA PRODUCTIONS.
Di Meja Sekretaris Daffa..
"Sarah tolong bilang ke Daffi dan Reno kalau mereka sudah datang, di tunggu di ruang meeting ya." pinta Daffa.
"Baik Pak, nanti akan saya sampaikan pada pak Daffi dan juga pak Reno." kata Sarah patuh.
"Oke terimakasih.."
"Sama-sama pak.."
Universitas Garuda
Di Depan Kampus Anna..
"Anna sudah sampai." Titah memberitahu Anna.
"Iya tante, terimakasih.." kata Anna.
"Sama-sama.." sambung Titah.
Ketika Titah ingin pergi meninggalkan Anna, Anna tiba-tiba saja pingsan dan Titah membawa Anna ke rumah sakit. Di rumah sakit Titah menelepon Daffa untuk mengabarkan Anna yang pingsan dan dibawa ke rumah sakit.
Lalu Daffa, Daffi, pak Sunar, ibu Fatma, dan Reno segera pergi ke rumah sakit. Di rumah sakit Anna dikabarkan hamil, pak Faisal dan keluarga senang mendengar kabar bahagia tersebut.
Natasha yang datang ke kantor Daffa untuk mencari Reno diberitahu oleh sekretaris Daffa (Sarah), bahwa Reno di rumah sakit, Natasha pun akhirnya ke rumah sakit dan mendengar semuanya.
Natasha sangat marah hingga dia menelepon Reno di depan pak Faisal dan keluarga, lalu Natasha menghampiri Reno dan keluarga. Natasha memberikan pilihan antara Natasha atau Anna istrinya. Reno pun memilih Anna, Natasha lalu pergi meninggalkan rumah sakit dan juga pergi meninggalkan Reno dan keluarga nya.
Natasha pun memikirkan cara untuk mendapatkan Reno kembali, Natasha akhirnya menggunakan cara licik yaitu memfitnah Reno.
Universitas Garuda
"Lho Anna, kamu kenapa, tolong, tolong, tolong.." Titah berteriak meminta tolong.
"Ada apa tante, Anna kenapa tante?" tanya Santi.
"Enggak tahu Santi, kamu tolong tante bawa Anna ke rumah sakit ya." pinta Titah.
"Iya tante, Santi bantu.." kata Santi patuh.
"Ya sudah yuk bantu tante masukan Anna ke dalam mobil."
"Iya tante.."
Rumah Sakit Jakarta
Di Lobby Rumah Sakit..
"Suster tolong.." pinta Titah.
"Iya bu.." kata perawat rumah sakit.
"Santi temani Anna dulu ya, tante mau parkir mobil.."
"Iya tante.."
Di Parkiran Mobil Rumah Sakit..
"Mas Daffa harus tahu ini, telepon saja." kata Titah yang panik dengan keadaan Anna.
PT DAFFA MAHA KARYA PRODUCTIONS.
Di Ruang Kerja Daffa..
"Duh siapa lagi yang telepon, enggak tahu apa kalau saya sedang menyiapkan berkas untuk meeting hari ini." keluh Daffa.
Rumah Sakit Jakarta
"Duh mas angkat dong, penting juga, kenapa sih kok nggak diangkat-angkat telepon dari Titah, ayo dong mas, angkat." keluh.
PT DAFFA MAHA KARYA PRODUCTIONS.
"Permisi pak.." Kata Sarah.
"Iya masuk.." pinta Daffa.
"Maaf pak, meeting hari ini batal, karena klien berhalangan hadir.."
"Apa!!, kenapa kamu nggak bilang dari tadi sih, kalau meeting nya di batalin, berkasnya sudah siap, oke nggak apa, jadi meetingnya di undur?" tanya Daffa.
"Saya belum mendapatkan informasi lagi dari klien pak, tadi saya mendapatkan informasi bahwa meeting hari ini batal, sudah itu saja pak." jawab Sarah.
"Oke, emmmm istri saya sudah datang belum?"
"Bu Titah ya pak?" tanya Sarah.
"Onde mande.. Ya iya lah istri saya kan cuma satu ya Titah itu emangnya siapa lagi. Sudah datang belum?"
"Belum pak.."
"Apa!! Belum datang, ya sudah boleh kembali ke meja mu." pinta Daffa.
"Baik, permisi pak.." kata Sarah patuh.
"Iya, Titah kemana sih kok dia belum datang, tumben? Oh ya dari tadi hp saya bunyi, jangan-jangan yang menelpon saya, Titah lagi. Coba saya cek, benarkan Titah yang menelpon, ada apa ya, telepon balik deh.." kata Daffa khawatir.
Rumah Sakit Jakarta
Ruang Unit Gawat Darurat (UGD)
"Bagaimana Santi, apa dokter sudah memeriksanya?" tanya Titah Khawatir.
"Belum tante, itu sedang di tangani oleh suster.." jawab Santi yang juga khawatir dengan keadaan Anna.
"Oh ya sudah kalau begitu kita duduk saja disini dulu, mas Daffa telepon, alhamdulillah.. Santi, tante angkat telepon dulu ya, titip Anna ya." pinta Titah.
"Oke tante...." kata Santi patuh.
**
[Titah Ku Sayang : Assalamu'alaikum mas Daffa..]
[Mon Amour: Wa'alaikumussalam sayang..]
[Mon Amour : Kamu dimana, kenapa belum datang ke kantor juga?]
[Titah Ku Sayang : Saya di rumah sakit mas Daffa.]
[Mon Amour : Apa!! Kamu di rumah sakit, kenapa dengan kamu?]
[Titah Ku Sayang : Saya baik-baik saja mas, bukan saya yang masuk rumah sakit tapi Anna.]
[Mon Amour : Oh Anna, kenapa?]
[Titah Ku Sayang : Anna pingsan mas..]
[Mon Amour : Ya sudah kamu tunggu di sana, sekarang saya jalan ke rumah sakit, tunggu dan jangan kemana-mana ya.]
[Titah Ku Sayang : Iya mas Daffa. Titah tunggu ya di rumah sakit.]
[Mon Amour : Assalamu'alaikum..]
[Titah Ku Sayang : Wa'alaikumussalam mas Daffa..]