“Iya, Raga baru selesai kelas. Habis ini langsung ke sana.” Ketika sedang berbicara dengan Retta melalui sambungan ponsel sambil mengemudi, tiba-tiba saja Raga menepi sesaat setelah melihat ke balik kaca depan mobilnya. “Hm, paling sekitar lima belas menit lagi Raga sampai. Iya, Raga pasti ke sana. Nanti Mama hubungi Raga aja kalo acara pemakamannya udah mulai.” Usai memutus sambungan punselnya, Raga turun untuk menghampiri Rasa yang ia lihat tengah berdiri sendirian, entah apa yang gadis itu sedang perhatikan., namun tampaknya seperti hal serius. “Dasar modus!” Gerutuan gadis itu yang mampu Raga dengar. Sehingga dia pun mengikuti arah pandang gadis itu dengan menyejajarkan wajahnya tepat di samping telinga Rasa, lalu bertanya, “Siapa yang modus?” “Eh?” Kepala Rasa yang langsung menol

