“Astaga! Non Reva kenapa Tuan?” Bik Juleha panik ketika mendapati Zidan pulang sambil membopong Reva. Zidan merebahkan Reva di sofa ruang tamu dengan hati-hati. “Bik tolong ambilkan minyak angin dan air putih hangat.” “Baik Tuan.” Bik Juleha bergegas ke belakang mengambilkan pesanan Zidan. Sedangkan Zidan tampak melirik ke arah meja, mengambil sebuah buku yang tertata di atas meja lalu mengipas-ngipaskannya ke depan wajah Reva. “Ini minyak anginnya Tuan.” Bik Juleha memberikan minyak angin lebih dulu pada Zidan kemudian kembali ke belakang untuk mengambil minum. Zidan lalu mendekatkan minyak angin itu ke hidung Reva. “Reva, bangun lah.” “Eumm ....” perlahan Reva membuka matanya, mengedipkan matanya beberapa kali lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar dengan mata setengah terbuk

