Bab 20

1257 Words

“Ternyata Zidan buru-buru pergi tadi karena istrinya terpleset di rumah terus kakinya terkilir. Mama baru tahu dia bisa bersikap semanis itu,” ucap Eva setelah mengakhiri sambungannya dengan Evan. Ia, anak perempuan dan menantunya sekarang sedang duduk di ruang tamu sehabis makan siang. “Jadi, tadi dia pulang ke rumahnya, Ma?” tanya Devi. “Iya. Dia udah bawa Reva ke rumah sakit juga. Mama kayaknya nanti sore mau ke sana, jenguk Reva. Kalian mau ikut?” “Nggak deh Ma.” Daniel sontak menoleh, memasang wajah bingung ketika istrinya spontan berkata seperti itu seolah tidak tertarik. “Loh, kenapa?” “Aku jaga rumah aja sekalian mau packing barang, lusa ‘kan kami balik Ma.” “Masih lama lagi. Besok ‘kan juga bisa.” “Nggak apa-apa Ma, aku nggak mau apa-apa terburu-buru, dari pada nanti r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD